Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kehamilan ektopik, apakah itu?

Kehamilan ektopik, apakah itu? Ilustrasi hamil. ©shutterstock.com/Dmitry Kalinovsky

Merdeka.com - Kehamilan adalah proses luar biasa yang terjadi di tubuh wanita. Selain kehamilan normal seperti yang sudah kamu ketahui, ada banyak istilah kehamilan yang pasti bikin kamu bingung. Salah satunya adalah kehamilan ektopik.

Sebenarnya, apakah yang dimaksud dengan kehamilan ektopik?

Menurut penelitian yang dilansir dari boldsky.com, kehamilan ektopik terjadi saat embrio tidak tumbuh di dalam rahim. Namun bisa tumbuh di saluran tuba atau di bagian luar rahim lainnya. Kehamilan ektopik sendiri bisa jadi sangat membahayakan sebab bisa menyebabkan pendarahan dan pada kasus yang luar biasa akan 'bocor'.

Selain penjelasan tersebut, berikut adalah fakta lainnya tentang kehamilan ektopik.

  • Dari 100 kasus kehamilan, pasti ada satu kasus kehamilan ektopik.
  • Tiap tahun di Inggris, lebih dari 20.000 wanita mengalami kehamilan ektopik. Ketika tidak ditangani dengan benar, kehamilan ini bisa menyebabkan masalah serius seperti infertilitas di kemudian hari.
  • Sekitar 95% kehamilan ektopik terjadi di tuba falopi. Sedangkan 1,5% terjadi di perut, 0,5% di indung telur, sisanya yaitu 0,03% terjadi leher rahim.
  • Setiap wanita yang sudah sampai di usia subur harus memeriksakan kondisi rahimnya untuk mengetahui potensi terjadinya kehamilan ektopik.
  • Gejala utama dari kehamilan ektopik adalah pendarahan abnormal, nyeri perut, masalah di usus, mudah pusing, hingga pingsan.
  • Setelah mengetahui bahwa kamu hamil, kamu wajib melakukan cek kehamilan dalam waktu 48 jam ke depan untuk memeriksa tingkat beta-HCG untuk mengetahui risiko kehamilan.
  • Jika diagnosis dini telah dilakukan, kamu bisa melakukan operasi untuk memecahkan masalah kehamilan ektopik ini.
  • Tak hanya operasi, terapi obat adalah pilihan yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi kehamilan ektopik. Setelah penanganan ini sukses, setidaknya kamu harus menunggu minimal 6 bulan untuk hamil kembali.

    (mdk/feb)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP