Kaum biseksual rentan terkena gangguan jiwa?
Merdeka.com - Tak dapat dipungkiri bahwa saat ini banyak orang yang lebih berani untuk menunjukkan orientasi seksual mereka. Selain menyukai sesama jenis, ada pula beberapa orang yang memiliki orientasi biseksual atau menyukai baik lawan jenis dan sesama jenis.
Dilansir dari dailymail.co.uk, sayangnya kaum biseksual diketahui memiliki tingkat yang lebih tinggi untuk mengalami stres atau depresi dibandingkan dengan kamu lesbian atau homoseksual. Penyebabnya, banyak pihak yang menilai bahwa orientasi seksual kaum biseksual sangatlah tidak jelas. Akibatnya muncul banyak penolakan dan pandangan negatif yang mampu membuat kaum biseksual merasa rendah diri, stres, hingga depresi.
"Tak seperti kaum lesbian atau homoseksual lainnya yang dipandang bahwa mereka memiliki orientasi seksual yang lebih jelas, kaum biseksual seringkali dinilai menjadi kaum yang tidak jelas orientasi seksualnya. Akibatnya, para kaum biseksual sering menyembunyikan identitasnya," terang Dr Ford Hickson, peneliti dari London School of Hygiene and Tropical Medicine. "Mereka menjadi memiliki rasa direndahkan atau tidak diakui masyarakat. Lama-kelamaan memupuk perilaku ini bisa membuat mereka menjadi depresi."
Para peneliti berpendapat bahwa kemungkinan dengan perubahan pandangan masyarakat yang disertai dengan perbaikan Civil Partnership Act tahun 2004 di sejumlah negara maju bisa membuat kaum biseksual merasa nyaman untuk mengungkap identitas mereka. Sehingga mereka tidak perlu lagi menutup-nutupi orientasi seksual mereka.
(mdk/feb)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya