Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jejaring sosial mampu memicu gangguan makan?

Jejaring sosial mampu memicu gangguan makan? Ilustrasi menggunakan komputer. Shutterstock/Andrey_Popov

Merdeka.com - Jejaring sosial merupakan salah satu hal yang paling banyak diakses orang ketika mereka menggunakan internet. Tidak hanya mampu membuat Anda terhubung dengan keluarga atau teman, jejaring sosial juga dapat membantu Anda untuk menemukan dan berkenalan dengan banyak teman baru. Selain itu jejaring sosial juga dapat memberikan Anda akses informasi yang tidak terbatas.

Namun di balik manfaat positifnya, ada manfaat negatif dari jejaring sosial yang perlu Anda waspadai. Seperti dilansir dari torontosun.com, sebuah penelitian dari The Florida State University mengungkapkan bahwa mereka yang terlalu banyak menghabiskan waktu untuk mengakses jejaring sosial, maka akan memiliki kemungkinan besar untuk mengalami gangguan makan.

"Jejaring sosial merupakan salah satu sarana untuk 'menjual' diri Anda agar Anda menarik banyak perhatian entah itu teman sesama jenis maupun lawan jenis. Sehingga tanpa disadari Anda pun berlomba untuk memasang foto semenarik mungkin. Akibatnya ada kecenderungan Anda untuk terobsesi menjadi kurus agar terlihat menarik saat di foto. Anda pun mulai memiliki kecenderungan untuk mengurangi makan hingga mengalami gangguan makan," jelas profesor psikologi Pamela K. Keel dari The Florida State University.

"Hal ini merupakan kasus yang patut diwaspadai. Sebab Anda malah akan menghancurkan tubuh Anda sendiri untuk obsesi yang tidak sehat. Padahal apa yang Anda lihat di jejaring sosial bisa saja merupakan foto editan," tutupnya. (mdk/feb)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP