Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Insomnia mampu tingkatkan keinginan bunuh diri?

Insomnia mampu tingkatkan keinginan bunuh diri? Ilustrasi insomnia. ©Shutterstock/Twin Design

Merdeka.com - Mimpi buruk dan kepercayaan tidak sehat lain tentang tidur yang menimbulkan insomnia ternyata mampu meningkatkan keinginan untuk bunuh diri, demikian menurut penelitian terbaru.

Beberapa contoh dari kepercayaan tidak sehat tentang tidur adalah pikiran kalau kurang tidur akan mengganggu aktivitas sepanjang minggu. Atau, kurang tidur bisa menimbulkan konsekuensi buruk yang tidak mampu dicegah. Pemikiran-pemikiran tersebut otomatis membawa atmosfer putus asa, sebuah emosi yang menurut peneliti berkaitan dengan risiko keinginan bunuh diri.

"Insomnia mampu membuat seseorang putus asa, perasaan putus asa itu sendiri adalah dorongan kuat untuk bunuh diri," papar Dr W Vaughn McCall dari Georgia Health Sciences University di Augusta, seperti yang dikutip dari My Health News Daily (14/02).

Dr McCall lantas menambahkan kalau hanya beberapa orang saja yang mengalami kondisi tersebut.

Selama penelitian, Dr McCall dan timnya melakukan survei pada 50 orang depresi berusia 20-84 tahun. Beberapa di antara mereka dirawat di rumah sakit. Mereka setidaknya pernah mencoba untuk bunuh diri sekali.

Responden juga ditanyai tentang masalah insomnia dan pemikiran untuk bunuh diri. Pengalaman seperti mimpi buruk dan kepercayaan tidak sehat lain tentang tidur juga dihubungkan dengan penyebab stres responden.

Hasilnya, memang ada kaitan antara insomnia dan keinginan untuk bunuh diri. Semakin para insomnia seseorang, semakin besar keinginan untuk bunuh diri.

Sebelumnya, memang sudah ada penelitian serupa yang menyebutkan penderita insomnia dua kali lebih berisiko untuk bunuh diri.

"Bagi beberapa orang, insomnia bisa menjadi penyebab atau dampak dari depresi. Oleh sebab itu mereka perlu diawasi lebih lanjut karena berisiko mengalami gangguan mental," tegas Dr McCall.

Beberapa cara untuk mengatasi mimpi buruk dan kepercayaan tidak sehat lain tentang tidur adalah dengan meditasi atau terapi. Dr McCall pun berencana untuk melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah pengobatan insomnia mampu mengurangi risiko keinginan bunuh diri.

Baca juga:Lemas setelah bangun tidur? Ini alasannya!7 Tanda tubuh perlu tidur lebihWaspadai 7 penyakit akibat terlalu banyak tidurCara menentukan posisi tidur yang tepat (mdk/riz)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP