Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Insomnia dan alkohol tingkatkan risiko bunuh diri

Insomnia dan alkohol tingkatkan risiko bunuh diri Ilustrasi Insomnia. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Kebiasaan minum alkohol dan mengalami insomnia tampaknya tak berkaitan dengan bunuh diri. Namun baru-baru ini peneliti menemukan sebaliknya. Konsumsi alkohol yang meningkatkan gejala insomnia diketahui berkaitan dengan risiko bunuh diri, terutama pada wanita.

Penelitian ini menemukan bahwa konsumsi alkohol bisa meningkatkan risiko bunuh diri. Pada pria, tak ada kaitan langsung antara alkohol dengan keinginan bunuh diri. Namun efek penggunaan alkohol yang bisa meningkatkan risiko bunuh diri bisa terjadi jika konsumsi alkohol disertai dengan masalah tidur atau insomnia.

"Hasil ini menunjukkan kaitan antara konsumsi alkohol dengan meningkatnya risiko bunuh diri. Peningkatan risiko ini kemungkinan besar juga berkaitan dengan gejala insomnia yang muncul," ungkap Michael Nardoff, PhD dari Mississippi State University di Starville, seperti dilansir oleh Science Daily (22/12).

Peneliti berpendapat bahwa mengatasi masalah insomnia bisa menjadi salah satu jalan untuk mengurangi risiko bunuh diri pada orang yang memiliki kebiasaan minum alkohol. Meski tak menunjukkan kaitan sebab-akibat secara langsung antara insomnia, alkohol, dan risiko bunuh diri, namun penelitian ini bisa menjadi dasar yang memancing penelitian-penelitian selanjutnya berkaitan dengan insomnia dan kecenderungan bunuh diri.

Hasil penelitian ini sendiri didapatkan setelah penelitian mengamati 375 partisipan yang dimintai keterangan mengenai gejala insomnia, penggunaan alkohol, gangguan tidur, mimpi uruk, dan kecenderungan untuk bunuh diri.

(mdk/kun)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP