Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini yang terjadi pada otak saat depresi

Ini yang terjadi pada otak saat depresi Ilustrasi depresi. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/MitarArt

Merdeka.com - Depresi bukan sekedar perasaan sedih atau galau. Depresi tak hanya terjadi pada satu atau dua hari, tetapi bisa berbulan-bulan atau bahkan tahun. Saat ini ilmu pengetahuan tengah mencoba untuk menggali apa yang melatarbelakangi penyakit ini dan apa dampaknya untuk kesehatan fisik.

Pada satu poin peneliti menemukan adanya zat kimia khusus pada otak yang berkaitan dengan mood dan emosi, yaitu serotonin. Awalnya peneliti berpikir bahwa meningkatkan hormon serotonin akan meningkatkan mood baik dan emosi yang positif sehingga bisa mencegah depresi. Namun ternyata tak sesederhana itu.

Depresi secara langsung berdampak pada otak manusia. Jika Anda pernah mengalami depresi, tentunya Anda mengetahui bahwa depresi sama seperti menahan beban berat di dada dan otak. Fungsi otak Anda menjadi tak maksimal dan bisa membuat seseorang tak fokus pada pekerjaan, bahkan pada hal semudah menentukan makanan apa yang sebaiknya dikonsumsi saat makan siang.

Pada orang yang mengalami depresi kronis, ukuran hippocampus otak yang berkaitan dengan emosi dan ingatan mengecil. Sel otak yang berkaitan dengan komunikasi juga ikut terpengaruh. Produksi serotonin dan kemampuan tubuh juga berkurang drastis, seperti dilansir oleh Daily Health Post (18/09).

Depresi akan menurunkan kemampuan serotonin untuk mengembangkan sel saraf baru pada otak. Ini tentunya mempengaruhi kemampuan orang untuk belajar, mengingat, tidur, dan emosi mereka. Kabar baiknya, dengan terapi psikologis, ukuran hippocampus bisa dikembalikan menjadi ukuran normal dan aktivitas otak pun bisa kembali seperti semula.

Satu hal tentang depresi yang tak banyak diketahui adalah bahwa penyakit mental ini bisa diturunkan. Depresi akan menyebabkan mutasi pada gen dan diturunkan pada anak Anda. Namun ini bukan berarti jika orang tua Anda mengalami depresi, Anda pasti ikut mengalaminya.

Depresi tak bias disembuhkan dengan obat antidepresan. Obat anti depresi hanya akan menurunkan gejalanya, namun tidak mengobatinya. Depresi bukan tanda seseorang lemah, namun sebuah kondisi pikiran, tubuh, dan jiwa. Seseorang harus menyadari bahwa depresi merupakan penyakit yang bisa disembuhkan dengan banyak cara medis.

(mdk/kun)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP