Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Infertilitas bisa bikin wanita depresi?

Infertilitas bisa bikin wanita depresi? Ilustrasi wanita depresi. ©Shutterstock.com/ Karuka

Merdeka.com - Infertilitas atau ketidaksuburan adalah gangguan kesehatan reproduksi yang tidak bisa dilihat secara kasat mata. Baik pria maupun wanita bisa mengalaminya.

Bagi pasangan yang sudah menikah, infertilitas bisa membuat mereka stres. Terutama bagi wanita yang mengalaminya. Tekanan dari berbagai macam pihak dapat memberikan beban pikiran untuk mereka yang berujung pada depresi.

"Sebenarnya ketika masalah infertilitas diketahui, tekanan dari pihak luarlah yang bisa membuat wanita depresi. Beberapa kata-kata yang sebenarnya hanyalah gurauan bisa membuat mereka merasa sensitif. Mereka menjadi tidak percaya diri dan kehilangan fokus akan tujuan hidup mereka yang lainnya. Seakan tidak bisa memiliki anak secara alami sangatlah menyiksa," ujar Dr Sofia Gameiro dari Cardiff University.

"Kita hidup dalam masyarakat di mana memiliki anak adalah sumber kebahagiaan yang terbesar. Padahal memiliki anak pun tidak bisa menjamin kebahagiaan kita seutuhnya. Hal itulah yang sebenarnya harus ditekankan pada mereka yang tidak subur. Mereka harus tetap termotivasi untuk menjalankan hidup mereka dengan normal," ujarnya.

(mdk/feb)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP