Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hubungan antara menopause dan peningkatan berat badan

Hubungan antara menopause dan peningkatan berat badan Ilustrasi. merdeka.com/globalmedia.mx

Merdeka.com - Kebanyakan wanita berusia 50 tahun ke atas yang telah menopause mengalami peningkatan berat badan. Hal tersebut memang umum terjadi karena perubahan gaya hidup dan juga hormon dalam tubuh yang diproduksi. Selain itu, kegemukan pada wanita menopause juga menumpuk pada bagian perut, padahal ketika muda lemak wanita biasanya mudah bertambah pada bagian pinggang.

Saat menopause, wanita berhenti berovulasi, siklus menstruasi juga berakhir, serta produksi hormon estrogen menurun. Hal tersebut mempengaruhi bentuk badan dan membuat tubuh menumpuk lemak lebih banyak di bagian perut. Kegemukan ini pun berisiko memicu penyakit jantung.

Sebenarnya bukan hanya wanita, pria yang menopause juga identik dengan peningkatan berat badan. Pria dan wanita menemukan otot berubah menjadi lemak dan sistem metabolisme menurun. Apabila kebiasaan makan tidak sehat tetap dibiarkan, maka berat badan pun akan semakin meningkat drastis.

Jika Anda juga merasa mengalami peningkatan berat badan setelah menopause, Anda bisa menyimak tips hidup sehat yang dilansir dari Your Modern Living (28/04) berikut ini.

  1. Mengonsumsi makanan yang sehat, rendah lemak dan kaya serat, serta menghindari gula.
  2. Berolahraga secara teratur untuk menjaga keseimbangan asupan lemak dan pembakaran kalori dalam tubuh.
  3. Menjaga berat dan kekuatan otot dengan cara banyak berjalan atau bersepeda.
  4. Menerima bentuk tubuh apa adanya, meskipun tidak gemuk, berat badan yang bertambah tidak menjadi masalah asalkan Anda mampu menjaga kesehatan.

Anda pun bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai program hidup sehat setelah masa menopause untuk menghindari peningkatan berat badan yang berlebih. (mdk/riz)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP