Merdeka.com tersedia di Google Play


Hemokromatosis, penyakit kelebihan zat besi

Reporter : Destriyana | Sabtu, 1 Desember 2012 07:30


Hemokromatosis, penyakit kelebihan zat besi
Ilustrasi sel darah. ©2012 Merdeka.com/shutterstock/fusebulb

Merdeka.com - Hemokromatosis adalah penyakit genetik yang menyebabkan tubuh menyerap terlalu banyak zat besi dari makanan yang kita konsumsi. Kelebihan zat besi akan disimpan dalam organ tubuh, terutama hati, jantung dan pankreas. Akibatnya, seseorang akan menderita kerusakan organ yang disebabkan oleh jumlah tinggi zat besi yang disimpan dalam tubuh. Kondisi tersebut juga mengakibatkan beberapa keluhan, seperti kanker, penyakit jantung, dan hati.

Berikut adalah gejala yang disebabkan kelebihan zat besi dalam tubuh, antara lain:

1. kelelahan
2. Kehilangan gairah seks (libido) atau impotensi
3. Amenorrhea atau haid tidak normal
4. Nyeri pada perut bagian kanan atas

Beberapa pasien dengan hemokromatosis tidak mengalami gejala tersebut, sementara yang lain mengalami berbagai keluhan. Gejala ini bervariasi pada setiap individu dan mungkin berbeda pada pria dan wanita.

Meskipun hemokromatosis telah ada sejak lahir, kebanyakan orang tidak mengalami tanda-tanda dan gejala sampai antara usia 30-50 tahun pada pria dan setelah usia 50 tahun pada wanita. Wanita umumnya mengalami gejala tersebut setelah menopause, ketika tidak lagi kehilangan zat besi melalui menstruasi dan kehamilan.

Penyebab dari hemokromatosis

Hemokromatosis disebabkan oleh mutasi gen yang mengontrol jumlah zat besi yang diserap dari makanan. KOndisi tersebut diwariskan dari orang tua kepada anak-anak mereka.

Gen yang bermutasi pada pasien dengan hemokromatosis keturunan disebut HFE. Seorang anak mewarisi satu gen HFE dari salah satu orangtua mereka. Namun jika kedua orang tua mewariskan gen HFE kepada anak mereka, anak dapat menderita hemokromatosis.

Gen HFE sendiri memiliki dua mutasi yang umum, C282Y dan H63D. Pengujian genetik dapat mengungkapkan apakah seseorang memiliki mutasi gen HFE atau tidak. Jika seseorang mewarisi dua gen yang abnormal, ia dapat mengembangkan hemokromatosis.

Jika seseorang mewarisi gen abnormal, ia tidak akan memiliki hemokromatosis. Namun, tubuh dapat menyerap zat besi lebih dari biasanya. Ia dianggap pembawa mutasi gen dan mutasi tersebut dapat diturunkan kepada anak-anak mereka.

[des]


Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Kebugaran, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Kebugaran.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup





Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • Ajak warga bergembira, Risma arak Piala EBA keliling Surabaya
  • Menikmati gajah Sumatera dan kuda poni di parade satwa Ragunan
  • Dinobatkan sebagai boyband paling ngetop, bukti solid SMASH
  • Abah Anom tabib caleg stres mengaku karib Tommy Soeharto
  • Kemendag ngotot tak sekongkol dengan kartel bawang putih
  • Polisi jaga ketat gereja yang didekatnya ditemukan bahan peledak
  • Jemaat gereja di Amerika bikin gambar besar Yesus dari kapur
  • Bappilu PPP sebut hasil Rapimnas Kubu Romi bodong
  • Pramono Edhie sebut koalisi Demokrat bukan bagi-bagi kekuasaan
  • Pemilu legislatif juga buat istri dan saudara caleg ikutan stres
  • SHOW MORE