Hati-Hati, Merokok Tingkatkan Risiko Terpapar Covid-19
Merdeka.com - Junior Doctor Network, dr. Vito Anggarino Damay, mengingatkan kebiasaan masyarakat dalam merokok sangat beresiko di masa pandemi ini. Tak hanya mengganggu jantung dan paru-paru, berbagai penyakit infeksi termasuk Covid-19 juga rentan tertular. Risiko ini juga mengintai para perokok pasif.
"Orang yang merokok lebih berisiko dirawat karena penyakit berat termasuk COVID-19 juga," terangnya dalam Dialog Produktif dengan tema 'Awasi Penyakit Tidak Menular untuk Tetap Produktif dan Aman COVID-19' di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), ditulis Rabu (11/11).
Tingginya risiko ini karena perokok menyentuh mulut berulang-ulang kali ketika memegang rokok. Tangan orang yang merokok ini belum tentu bersih dan bisa jadi terkontaminasi dengan virus.
Risiko ini juga harus diwaspadai para perokok pasif, yang juga dapat tertular dengan berbagai penyakit menular lainnya di masa Covid-19 ini. "Perokok pasif itu paling kasihan, karena kesannya tidak tahu apa-apa. Tidak ngerasain nikmatnya, malah ngehirup asap, malah terkena imbasnya," tambahnya.
Selain itu, kandungan rokok dan asap yang dihasilkan sangat berpotensi menurunkan kerja sel imun pada tubuh. "Karena asapnya (rokok), ada sel-sel radang, yang menyebabkan kemampuan pertahanan tubuh kita berkurang. Makanya mudah terserang Covid-19, ataupun penyakit infeksi lain, karena pertahanan tubuhnya berkurang," papar dr. Vito.
Maka dari itu, di masa pandemi, masyarakat diimbau mengurangi bahkan menghentikan kebiasaan merokok. Bergantilah dengan pola hidup sehat dan makan yang bergizi, seperti banyak konsumsi sayur dan buah-buahan.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya