Gen pengaruhi kebiasaan tidur bayi di malam hari
Merdeka.com - Apakah bayi Anda sering menangis dan susah tidur di malam hari? Jangan khawatir, sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa gen bisa jadi berpengaruh terhadap kebiasaan tidur bayi di malam hari.
Hal ini ditemukan ilmuwan di Kanada yang mengamati kebiasaan tidur dari 1.000 bayi kembar identik di Quebec. Mereka menemukan bahwa gen memiliki pengaruh yang besar terhadap kebiasaan anak tidur di malam hari. Meski begitu, kebiasaan tidur mereka di siang hari lebih dipengaruhi oleh lingkungan sekitar mereka.
Beberapa orang tua beruntung memiliki anak yang mudah tidur di malam hari. sementara yang lainnya harus berhadapan dengan anak yang suka menangis saat malam. Namun peneliti menjelaskan bahwa ada cara yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu anak mereka tidur nyenyak.
"Genetik memberikan pengaruh terhadap durasi tidur bayi di malam hari. Namun orang tua tetap tak boleh menyerah untuk mengajarkan anak mereka kebiasaan tidur yang baik. Kebiasaan yang diajarkan orang tua juga bisa mempengaruhi kebiasaan tidur bayi," ungkap Evelyne Touchette, peneliti dari Laval University Quebec, seperti dilansir oleh CBS News (27/05).
Peneliti menemukan bahwa kebiasaan tidur bayi mulai bisa dipengaruhi oleh orang tua sejak usia 18 bulan. Usia ini sangat tepat untuk mengajarkan anak mengenai kebiasaan tidur yang sehat dan baik. Meski gen bayi mempengaruhi durasi tidur mereka, orang tua tetap harus membuat anak memenuhi waktu tidur yang dibutuhkannya.
Terdapat beberapa standar yang bisa diperhatikan oleh pada orang tua. ketika berusia enam minggu, bayi mulai tidur siang sebanyak dua sampai tiga kali sehari. Kemudian waktu tidur siang berkurang menjadi dua kali ketika berusia enam bulan. Pada usia 18 bulan, tidur siang menjadi hanya sekali sehari. selama tidur, orang tua juga harus mewaspadai beberapa masalah yang dialami anak seperti mendengkur, napas yang tak teratur, atau sesak napas. (mdk/kun)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya