Efek kesehatan akibat radiasi telepon genggam

Reporter : Kun Sila Ananda | Kamis, 21 Maret 2013 13:06




Efek kesehatan akibat radiasi telepon genggam
Ilustrasi menggunakan telepon genggam saat berjalan. ©elrockstarstore.wordpress.com

Merdeka.com - Telepon genggam saat ini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup kita. Mulai dari anak sekolah dasar hingga orang dewasa, tak lepas dari telepon genggam. Anda mungkin tak asing dengan istilah radiasi telepon genggam. Lantas, benarkah telepon genggam bisa membahayakan?

Radiasi telepon genggam bisa menimbulkan dua macam efek pada tubuh, seperti dilansir oleh Health Me Up (17/03).

1. Efek thermal
Efek ini berkaitan dengan panas yang dihasilkan oleh telepon genggam dan dihantarkan pada tubuh. Panas dari telepon genggam dihasilkan oleh gelombang elektromagnetik. Ketika seseorang menggunakan telepon genggam, kebanyakan mereka akan merasakan efek panas ini pada permukaan kulit mereka.

Meski begitu, tingkat panas yang dihasilkan oleh telepon genggam masih berada di bawah matahari. Sehingga ini tak akan mempengaruhi sirkulasi darah pada tubuh yang menuju otak. Namun harus diwaspadai terhadap efek panas tersebut pada mata, karena mata tak terbiasa dengan suhu yang panas.

2. Efek non-thermal
Berdasarkan penelitian yang diterbitkan oleh The Journal of the American Medical Association, paparan sinyal radio yang terlalu sering pada otak bisa menyebabkan peningkatan metabolisme glukosa. Efek non-thermal juga bisa menyebabkan beberapa masalah berikut ini:
- Penyumbatan aliran darah ke otak
- Kanker
- Efek kognitif
- Hipersensitif terhadap elektromagnetik seperti sensasi kesemutan pada kulit kepala, sakit kepala, pusing, atau kesulitan berkonsentrasi.
- Kelainan tidur
- Masalah perilaku

Untuk mengurangi efek radiasi telepon genggam pada tubuh dan kesehatan, sebaiknya lakukan beberapa langkah berikut ini.

1. Ambil jarak
Kebanyakan merek telepon genggam menuliskan rekomendasi jarak antara pemilik dengan telepon genggam, misalkan 10 milimeter dari tubuh. Belajarlah untuk tak terlalu dekat dengan telepon genggam. Mungkin ini sulit, namun bukan berarti tak mungkin dilakukan.

2. Hindari sinyal lemah
Telepon genggam mengeluarkan radiasi frekuensi paling tinggi ketika sinyal lemah. Ini berarti Anda harus menghindari menggunakan telepon genggam ketika sinyal lemah untuk menghindari efek yang tak diinginkan.

3. Gunakan hands-free
Sesekali gunakan hands-free ketika menelepon. Ini akan mengurangi radiasi telepon genggam pada otak karena Anda tak langsung menempelkannya pada kepala. Anda juga bisa menggunakan speaker, menelepon sambil menjaga jarak dengan telepon genggam Anda.

4. Ganti telinga
Jangan terlalu lama menelepon dengan satu telinga. Gunakan telepon genggam bergantian antara telinga kanan dan kiri. Ini akan mengurangi paparan radiasi gelombang magnetik dan panas yang dihantarkan oleh telepon genggam.

Itulah beberapa efek radiasi dan cara untuk menguranginya. Mulai sekarang jangan biasakan terlalu bergantung pada telepon genggam.

[kun]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Lima permintaan konyol mantan diktator sejagat
  • Kuburan gantung ala Toraja di Sagada, Filipina
  • Benarkah Satu Suro penuh dengan kesialan?
  • 4 Kamar Bung Karno ini dikenal angker
  • Bahaya! Kim Jong Kook janji buka baju di fanmeeting
  • Demi harta, istri sewa algojo mutilasi suami asal Inggris
  • Catat sejarah, Ratu Inggris untuk pertama kalinya nge-tweet
  • Pinikpikan, kuliner Filipina yang disiapkan dengan cara sadis
  • Misteri malam satu Suro
  • Kisah haru perginya Gayatri Wailissa, remaja penguasa 14 bahasa
  • SHOW MORE