Doyan kunyah permen karet, rahang wanita ini harus dipotong
Merdeka.com - Ibu empat ini harus menerima kenyataan pahit karena kebiasaannya mengunyah permen karet. Dalam sehari, dia bisa mengunyah permen karet bebas gula selama tujuh jam. Kini, dia harus menjalani operasi besar untuk memperbaiki sendi rahangnya yang rusak.
Claire Embleton, 38, telah menjalani pemotongan rahang untuk mengganti sendinya yang rusak dengan pelat logam. Kebiasaannya mengunyah permen karet selama berjam-jam setiap hari bahkan membuatnya bisa membuka mulut hingga lebih dari 1 cm.
"Ketika dokter mengatakan bahwa permen karet telah membuat sendi rahang saya usang karena terlalu banyak bekerja, saya terkejut," kata wanita yang bekerja sebagai manajer IT tersebut kepada Mail Online (1/8).

Claire awalnya mengira bahwa permen karet bebas gula itu sehat, sehingga dia pun rutin mengunyah permen karet. Namun, dia kemudian mengalami gejala-gejala aneh seperti rahangnya tiba-tiba menutup sendiri dan dia tidak bisa berbicara dengan benar.


Melihat tanda-tanda itu, dia pun memutuskan untuk mengunjungi dokter dan memeriksakan kondisinya. Dokter mengatakan bahwa Claire terkena Temporomandibular Joint Disorder (TMJD).
(mdk/des)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya