Demensia? Wanita lebih berisiko dibanding pria
Merdeka.com - Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa wanita yang menunjukkan tanda-tanda awal demensia akan mengalami penurunan mental dua kali lebih cepat dibanding pria.
Penelitian ini semakin memperkuat bukti-bukti lain yang menunjukkan bahwa wanita lebih berisiko terkena demensia dibanding pria. Hingga saat ini, para peneliti menduga bahwa hal itu dikarenakan sebagian besar wanita rata-rata memiliki masa hidup lebih lama daripada pria.
Dan penelitian terbaru menunjukkan bahwa jenis kelamin memiliki dampak besar pada usia otak. Menurut penelitian yang dipresentasikan kemarin di Konferensi Internasional Asosiasi Alzheimer di Washington DC, Amerika Serikat, wanita yang didiagnosis dengan gangguan kognitif ringan - umumnya merupakan tanda pertama dari demensia - menunjukkan adanya penurunan kemampuan mental hingga dua kali lipat.
Tim peneliti menemukan bahwa wanita mengalami penurunan lebih cepat daripada pria dalam hal kekuatan otak, termasuk memori, perhatian dan kemampuan memecahkan masalah.
Sebuah studi yang dilakukan secara terpisah - yang juga dipresentasikan dalam konferensi tersebut - mengungkapkan bahwa wanita memiliki tingkat amyloid protein yang lebih tinggi dibandingkan pria. Hal itu diduga menjadi kunci untuk penyakit Alzheimer.
Berdasarkan temuan itu, para peneliti berharap bahwa mereka bisa memahami mengapa perbedaan gender bisa membantu mereka dalam mengembangkan perawatan untuk pria dan wanita yang terkena demensia.
(mdk/des)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya