Daging olahan bisa menyebabkan kanker?
Merdeka.com - Suka makan daging olahan? Daging olahan itu misalnya ham, bacon, sosis, salami, dan daging-daging yang biasanya sudah dikemas dalam kaleng. Orang-orang suka makan daging olahan karena cukup praktis untuk dimakan. Namun nyatanya, daging olahan diduga bisa menyebabkan kanker lho!
Sebuah penelitian sudah pernah menyebutkan bahwa mengonsumsi daging olahan lebih dari 150 gram setiap hari sama bahayanya dengan menghisap 3-4 batang rokok. Waduh... Sebelum panik, coba simak dulu penjelasan lebih lengkap hubungan antara daging olahan dan kanker seperti yang dilansir dari Boldsky (18/07) berikut ini.
Bahan pengawetDaging olahan bisa menyebabkan kanker karena adanya bahan pengawet yang dipakai di dalamnya. Pengawet seperti nitrit digunakan agar daging bisa awet dan tahan lama. Padahal pengawet bersifat karsinogen yang memicu kanker pankreas dan kadar gula serta lemak yang tinggi.
Jenis kankerBukan hanya kanker pankreas, makan daging olahan terlalu banyak bisa memicu kanker paru-paru, perut, dan prostat lho. Namun tetap saja kanker pankreas adalah jenis penyakit yang paling berbahaya, sebab julukan pembunuh diam-diam melekat padanya. Kenapa begitu? Ternyata kasus kanker pankreas jarang bisa terdeteksi secara dini, dan setelah diketahui biasanya penyakit sudah terlambat diobati! Selain kanker, makan sosis dan ham berlebihan juga menyebabkan obesitas.
Porsi amanMeskipun risiko penyebab kanker dari makan daging olahan tidak begitu tinggi, tetap saja kita harus berusaha membatasi asupan makanan ini. Porsi aman daging olahan sehari-hari adalah 50 gram saja. Kalau bisa, hindari saja daging olahan dan makan daging mamalia atau unggas segar yang belum diolah.
Nah, sekarang sudah tahu kan bahaya daging olahan bagi tubuh? Memperbanyak makan sayur dan buah segar juga bisa Anda lakukan untuk menurunkan risiko berbagai penyakit. (mdk/riz)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya