Cedera otak dan pestisida tingkatkan risiko penyakit Parkinson
Merdeka.com - Mengalami cedera otak bisa memberi dampak buruk bagi kesehatan dalam jangka panjang, demikian menurut penelitian terbaru. Terutama jika penderita tinggal di daerah yang terkontaminasi dengan pestisida, maka mereka akan meningkatkan risiko penyakit Parkinson tiga kali lipat lebih tinggi.
"Kombinasi cedera otak dan pestisida benar-benar membuat seseorang berisiko tinggi terkena Parkinson," tegas kepala penulis penelitian, Dr Beare Ritz dari UCLA's Fielding School of Public Health.
Seperti yang dilansir dari CBS News (13/11), Parkinson adalah kondisi saraf yang mengakibatkan tremor (gemetaran), perlambatan gerakan, kekakuan pada lengan atau kaki, dan masalah keseimbangan. Sebabnya adalah hilangnya sel-sel otak yang memproduksi dopamin, hormon alami yang tugasnya meregulasi pergerakan tubuh.
Melalui penelitian yang dilaporkan dalam jurnal Neurology ini, para ahli membandingkan 357 penderita Parkinson dengan 754 orang-orang normal. Seluruh responden berasal dari California dan ditanyai apakah mereka pernah mengalami cedera otak yang berujung pada ketidaksadaran lebih dari lima menit. Kondisi kesehatan responden yang berkaitan dengan paparan pestisida juga diamati.
Beberapa penelitian sebelumnya sudah pernah menyebutkan cedera otak mampu meningkatkan risiko penyakit Parkinson. Kini, pernyataan itu diperkuat dengan penelitian terbaru bahwa kombinasi cedera otak dan pestisida meningkatkan risiko penyakit Parkinson hingga tiga kali lipat.
"Penelitian ini membuktikan kalau proses fisiologis yang dipicu dari cedera otak membuat sel-sel menjadi rapuh. Sehingga pestisida yang masuk bersifat sebagai racun pada otak," terang Dr Ritz.
Meskipun demikian, Dr Andrew Feigen dari Feinstein Institute for Medical Research yang tidak terlibat dalam penelitian menggarisbawahi bahwa Parkinson adalah penyakit genetik. Jadi penelitian Dr Ritz tidak bisa disimpulkan kalau cedera otak adalah penyebab utama dari penyakit Parkinson.
"Ini hanya salah satu risiko. Sebab banyak orang terkena ekspos pestisida tidak menderita Parkinson dan kebanyakan pasien Parkinson juga tidak terlalu sering mengalami paparan pestisida," tandas Dr Feigen. (mdk/riz)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya