Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Berkeringat di malam hari? Jauhi 6 makanan ini

Berkeringat di malam hari? Jauhi 6 makanan ini ilustrasi menopause. ©www.womentowomen.com

Merdeka.com - Menopause menyebabkan banyak perubahan dalam tubuh. Hanya saja, hot flashes adalah yang terburuk. Kenal hot flashes? Hot flashes adalah sensasi panas pada tubuh bagian atas yang dialami wanita pada masa menjelang dan setelah memasuki menopause.

Hot flashes biasanya ditandai dengan peningkatan aliran darah di wajah, leher, bahu, dada dan punggung sehingga menyebabkan peningkatan suhu tubuh secara drastis.

Gejala ini biasanya diikuti dengan wajah memerah dan keringat berlebih yang berlangsung selama beberapa detik hingga 30 menit.Meskipun hot flashes disebabkan oleh perubahan hormon, namun makanan yang kamu konsumsi dapat memperburuk keadaan tersebut.

Untuk mencegah hal tersebut terjadi, penting buat kamu untuk mengetahui makanan apa saja yang dapat memperparah ketidakseimbangan hormon tersebut. Melansir dari thehealthsite, berikut ini merupakan makanan yang harus kamu hindari untuk mengatasi hot flashes.

1. Kopi

ilustrasi kopi

ilustrasi kopi ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Nitr

Mengonsumsi kopi bukanlah ide yang baik ketika kamu mengalami keringat berlebih di malam hari. Jumlah kafein yang tinggi dalam kopi menstimulasi sistem saraf dan sistem kardiovaskular yang pada ujungnya akan memicu hot flashes.

2. Teh

ilustrasi teh

Ilustrasi teh ©2015 Merdeka.com/shutterstock/Silberkorn

Teh memang diperkaya dengan antioksidan yang dibutuhkan oleh tubuh. Sayangnya, teh tak cukup baik bagi kamu yang tengah berjuang memasuki masa menopause. mengonsumsi teh berlebihan dapat meningkatkan vata dan pitta dalam tubuh. Kondisi ini membuat kamu rentan terhadap hot flashes.

3. Gula halus

ilustrasi gula

Ilustrasi gula Shutterstock/Timmar

Konsumsi gula halus secara berlebihan dapat mengganggu keseimbangan kadar hormon. Gla tak hanya menyebabkan resistensi insulin, tetapi mampu mengurangi kadar hormon estrogen yang meningkatkan risiko hot flashes dan gejala menopause lainnya.

4. Soda dan makanan kaya rempah

ilustrasi soda diet

Ilustrasi soda diet ©Shutterstock.com/Petr Malyshev

Saat telah mencapai usia 40 tahun, akan lebih baik bagi kamu untuk mengurangi konsumsi makanan kaya rempah dan soda. Kedua makanan ini dapat memicu hot flashes. Semakin sering kamu mengonsumsi makanan kaya rempah, maka semakin tinggi risiko mengalami hot flashes dan gejala menopause lainnya.

5. Makanan kemasan

ilustrasi makanan kemasan

ilustrasi makanan kemasan ©www.telegraph.co.uk

Tak banyak orang menyadari bahwa makanan kemasan kaya akan kandungan garam, gula dan lemak. Tak hanya menyebabkan perubahan suasana hati, makanan kemasan juga dapat memicu ketidakseimbangan hormon yang membuat kamu berkeringat meskipun di malam hari.

6. Alkohol

ilustrasi minuman beralkohol

Ilustrasi minuman beralkohol Shutterstock/stockcreations

Alkohol yang masuk dalam aliran darah kamu dapat meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung. Kondisi inilah yang menyebabkan kamu merasa panas, berkeringat dan bahkan menggigil. Jadi, untuk menghindarinya sebaiknya kamu menurunkan jumlah konsumsi alkohol.

Jadi, saat kamu telah merasakan tanda-tanda menjelang menopause mulai mendekat, sebaiknya kamu menghindari konsumsi deretan makanan di atas. Meskipun sebagian makanan tersebut memang baik untuk tubuh, demi menjaga keseimbangan hormon, tak ada salahnya untuk mengurangi konsumsi makanan tersebut, bukan?

(mdk/SRA)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP