Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Berhenti merokok bisa redakan sakit punggung

Berhenti merokok bisa redakan sakit punggung Ilustrasi merokok. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Penelitian terbaru menemukan bahwa perokok yang menderita sakit punggung merasakan sakit yang lebih parah dibandingkan dengan non-perokok. Bahkan, berhenti merokok bisa membuat sakit punggung berangsur sembuh setelah delapan bulan.

Kesimpulan tersebut didapatkan melalui penelitian terhadap 5.333 partisipan.

"Kami tahu bahwa nikotin bisa meningkatkan rasa sakit," jelas Dr Glenn R Rechtine dari University of Rochester Department of Orthopaedics di Amerika Serikat.

"Dalam penelitian ini ditemukan bahwa Anda bisa merasa lebih baik jika berhenti merokok. Jika terus merokok, maka data statistik menunjukkan tak ada peningkatan dalam hal penyembuhan sakit punggung Anda," tambahnya, seperti dilansir oleh NY Daily News (07/12).

Penelitian ini membuktikan bahwa rokok adalah hal yang harus dijauhi ketika Anda sakit punggung.

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2008 juga menunjukkan bahwa merokok bisa meningkatkan risiko sakit punggung kronis. Semakin lama merokok, maka semakin tinggi juga risikonya.

Masih butuh alasan lain untuk berhenti merokok? (mdk/kun)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP