Belajar bahasa asing membuat otak terus berkembang
Merdeka.com - Jangan ragu jika Anda berniat untuk mempelajari bahasa baru. Sebab sebuah penelitian dari Swedia menyebutkan ada manfaat khusus bagi otak jika Anda belajar bahasa asing.
Seperti yang dilansir dari The Daily News (09/10), peneliti dari Lund University menyatakan kalau belajar bahasa membuat otak terus berkembang. Hal itu dibuktikan dengan penelitian yang melibatkan 14 remaja berusia 18 tahun yang direkrut oleh Swedish Armed Forces Interpreter Academy.
Sebagai anggota baru, remaja tersebut diwajibkan mempelajari bahasa Arab, Rusia, dan Dari dalam waktu 13 bulan. Dari pagi sampai malam, tujuh hari dalam seminggu, anggota baru tersebut belajar tekun delapan jam sehari. Mereka juga harus menghafal 300-500 kosakata baru setiap minggu.
Sementara itu, peneliti juga menyiapkan kelompok kontrol yang merupakan mahasiswa dari Umea University. Mahasiswa tersebut dinilai pekerja keras dan memiliki kemampuan kognitif yang tinggi. Pada awal dan bulan ketiga pembelajaran, kedua kelompok menjalani tes MRI untuk memantau kondisi otak mereka.
Hasil penelitian pun ternyata cukup menarik. Sebab otak pada kelompok kontrol dilaporkan tidak ada perubahan, sementara otak anggota baru di kelompok pertama mengalami pertumbuhan di bagian tertentu.
"Bagian yang berkembang ukurannya adalah hippocampus, struktur dalam otak yang melibatkan pembelajaran hal baru dan navigasi spasial. Selain itu, tiga area di korteks serebral juga ikut berkembang," tulis peneliti dalam jurnal Neurolmage.
"Kami cukup terkejut ada beberapa bagian dalam otak yang berkembang sehubungan dengan usaha para anggota baru yang belajar bahasa asing dengan tekun," tutur salah satu peneliti, Johan Martensson.
Sebelumnya, ada penelitian yang menyebutkan kalau menjadi penguasa dua bahasa atau lebih bisa mencegah seseorang terjangkit Alzheimer. Jadi, tidak ada salahnya Anda juga mulai belajar bahasa asing dari sekarang bukan? (mdk/riz)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya