Bayi dari ibu obesitas berisiko tinggi Autisme dan ADHD
Merdeka.com - Bayi yang lahir dari ibu obesitas tiga kali lebih mungkin untuk mengembangkan gangguan spektrum autisme dan empat kali lebih mungkin untuk mengembangkan ADHD pada usia enam tahun.
Para peneliti tidak menganalisis mekanisme keterkaitan di antara keduanya, tetapi mereka memercayai satu teori bahwa menjadi gemuk selama kehamilan dapat menyebabkan peningkatan peradangan, yang mungkin mempengaruhi perkembangan otak janin.
Tim peneliti dari Amerika ini telah menganalisis data 1.311 pasang ibu dan anak yang dikumpulkan antara tahun 2005 dan 2012. Para peneliti menemukan bahwa anak-anak dari ibu yang memiliki BMI (Indeks Massa Tubuh) lebih besar dari 35 - yang diklasifikasikan sebagai sangat gemuk - dua kali lebih berisiko memiliki gejala emosional, masalah dengan teman sebaya dan kesulitan psikososial lainnya.
Hasil tersebut telah dibandingkan dengan anak-anak dari ibu yang memiliki BMI sehat - antara 18,5 sampai 25. Dalam penelitian ini, para peneliti mengamati hubungan antara kenaikan berat badan selama kehamilan, diabetes gestasional, berapa lama seorang ibu menyusui, depresi postnatal dan berat badan bayi saat lahir.
Penulis utama studi tersebut, Heejoo Jo, dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, mengatakan kepada Reuters Health: "Kami sudah tahu bahwa obesitas berhubungan dengan masalah kesehatan selama kehamilan dan itu berdampak seumur hidup."
Heejoo Jo menambahkan bahwa obesitas tidak hanya mempengaruhi kesehatan wanita, tetapi juga kesehatan anak di masa depan. Namun menurut dia, para peneliti tetap membutuhkan studi lebih lanjut terkait hubungan antara obesitas dan perkembangan otak janin. Penelitian ini telah dilaporkan dalam jurnal Pediatrics.
(mdk/des)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya