Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Banyak orang berpikiran untuk bunuh diri di jam 2-3 dini hari?

Banyak orang berpikiran untuk bunuh diri di jam 2-3 dini hari? Ilustrasi insomnia. Shutterstock/Stokkete

Merdeka.com - Sebuah penelitian yang dilakukan di University of Pennsylvania, Philadelphia menemukan sebuah hasil penelitian yang mengejutkan. Para peneliti di universitas tersebut menemukan bahwa banyak kasus bunuh diri terjadi pada dini hari. Bahkan angka bunuh diri yang terjadi di waktu antara pukul 2-3 dini hari mengalami kenaikan sekitar 16%.

Penelitian yang dilansir dari dailymail.co.uk ini menganalisis sebanyak 35.332 kasus bunuh diri.

"Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak hanya stres, depresi serta perilaku menyimpang saja yang membuat seseorang memiliki keberanian untuk melakukan bunuh diri. Tetapi keadaan dini hari yang hening dan sepi seakan menjadi faktor pendukung seseorang untuk melakukan bunuh diri," kata pemimpin penelitian ini Dr Michael Perlis.

Masih menurut Dr Perlis, insomnia pun mampu membuat seseorang untuk berpikiran secara pendek sehingga berkeputusan untuk mengakhiri hidupnya.

"Stres dan depresi yang menumpuk mampu mengacaukan pola tidur seseorang. Mereka jadi rentan mengalami insomnia. Ditambah lagi dengan suasana yang sepi membuat mereka kalut sehingga memiliki keberanian untuk melakukan bunuh diri," ujarnya.

(mdk/feb)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP