Aspirin punya efek berbeda bagi tiap pasien jantung
Merdeka.com - Aspirin yang secara umum dikenal sebagai obat penangkal penyakit jantung tampaknya tak bisa memberikan manfaat yang sama bagi semua pasien. Penelitian menemukan bahwa efektivitas aspirin bisa memberikan efek yang berbeda-beda tergantung pada masing-masing pasien.
Meski begitu, peneliti telah mengembangkan cara untuk mengetahui efektivitas aspirin pada setiap pasien sehingga dokter bisa menentukan rekomendasi penggunaan aspirin pada mereka. Kardiolog dari University of Florida telah menemukan serangkaian pertanyaan yang bisa digunakan untuk menentukan apakah pasien harus mengonsumsi aspirin setiap hari untuk mengobati penyakit jantung.
"Tak semua pasien yang memiliki jantung koroner sama. Ini adalah hal yang terus berkembang sehingga kami perlu memeriksa kondisi pasien setiap beberapa tahun sekali untuk melihat adanya perubahan," ungkap Dr Ki Park, ahli dari Florida, seperti dilansir oleh Third Age (21/05).
Kebanyakan penelitian mengenai efek aspirin yang pernah mengalami serangan jantung selalu berfokus pada pria. Park dan koleganya Dr Anthony A Bavry menemukan analisis mereka terhadap penelitian yang telah ada mengenai efek aspirin yang kebanyakan pada pria, bukan wanita.
"Dalam penelitian ini kami menonjolkan jarak pengetahuan yang tak kami ketahui apakah aspirin seharusnya digunakan atau tidak. Masih ada kesempatan untuk memperbaiki penelitian ini dan mengoptimalkan hasilnya," ungkap Bavry.
Kebanyakan orang mengonsumsi aspirin untuk mengobati atau mencegah penyakit jantung. Namun meski kebanyakan orang mengira aspirin adalah obat yang aman, aspirin juga bisa menyebabkan pendarahan pada saluran pencernaan. Sehingga sangat disarankan untuk tidak mengonsumsi aspirin secara sembarangan sebelum berkonsultasi dengan dokter ahli. (mdk/kun)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya