Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Apakah Tetap Bakal Tertular Hepatitis Misterius walau Sudah Vaksin Hepatitis A dan B?

Apakah Tetap Bakal Tertular Hepatitis Misterius walau Sudah Vaksin Hepatitis A dan B? ilustrasi vaksin. ©2012 diena.lv

Merdeka.com - Serbuan hepatitis misterius pada saat ini tengah menerpa sejumlah negara termasuk Indonesia. Di tengah kondisi seperti ini, orangtua tentu sangat khawatir dengan kondisi buah hati mereka.

Apabila anak sudah vaksin Hepatitis A dan B, menurut Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastro - Hepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Muzal Kadim, belum diketahui apakah akan tertular hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya atau tidak.

Sebab, hepatitis misterius atau yang disebut Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology), vaksin Hepatitisnya juga belum diketahui. Artinya, jenis vaksin untuk kasus hepatitis misterius berbeda dari jenis hepatitis pada umumnya.

"Vaksin yang kita lakukan saat ini adalah vaksin Hepatitis A dan B. Vaksin Hepatitis B yang diberikan sesuai dengan rekomendasi kepada bayi baru lahir, sedangkan vaksin Hepatitis A juga ada vaksinnya yang dimulai usia 1 tahun, kemudian diulang lagi 2 kali, yakni 6 bulan sampai 1 tahun," terang Muzal beberapa waktu lalu.

"Untuk jenis vaksin Hepatitis C, D, dan E ya belum ada vaksinnya. Apalagi hepatitis yang sekarang ini belum diketahui penyebabnya, vaksinnya juga kan belum diketahui."

Pada kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya juga masih terus diinvestigasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Terlebih, penyebab hepatitis misterius tidak terdapat infeksi dari virus Hepatitis A, B, C, D, dan E.

"Ya, jenis kelima virus Hepatitis yang kita ketahui sudah disingkirkan dan juga bukan disebabkan oleh penyakit-penyakit lain, seperti autoimun, obat-obatan, kelainan bawaan. Semua itu tidak ada (tidak terdeteksi pada kasus hepatitis misterius)," jelas Muzal.

"Makanya, disebut sebagai unknown hepatitis ya memang sedang dicari penyebabnya, sedang diteliti," sambungnya.

Pemberian Vaksin Hepatitis A dan B

Sebagai gammbaran, di Indonesia vaksin Hepatitis yang tersedia baru vaksin Hepatitis A dan B, belum tersedia vaksin untuk hepatitis C, D, dan E. Indonesia pun sudah mempunyai program nasional vaksinasi dasar untuk hepatitis.

Secara rinci, berikut ini jadwal imunisasi berdasarkan rekomendasi IDAI Tahun 2020:

Vaksin Hepatitis B diberikan 4 kali yaitu saat bayi baru lahir, dilanjutkan usia 2, 3 dan 4 bulan dan 1 kali saat usia 18 tahunVaksin Hepatitis A diberikan 2 kali, antara umur 12 tahun sampai usia 18 tahun dengan rentang interval 6 bulan sampai 36 bulan

Vaksin Hepatitis juga diberikan pada orang dewasa. Jadwal imunisasi dewasa berdasarkan rekomendasi Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Tahun 2017, sebagai berikut:

Vaksin Hepatitis B diberikan 3 kali, saat pertama kali, 1 bulan dan 6 bulan berikutnyaVaksin Hepatitis A diberikan 2 kali dalam rentang 6 bulan

Vaksin hepatitis untuk dewasa sangat dianjurkan dalam kelompok kategori:

  • Orang yang pasangannya atau keluarga satu rumah menderita hepatitis
  • Orang yang akan bepergian di daerah endemis hepatitis
  • Petugas kesehatan (dokter, perawat, bidan, laboratorium, kesehatan lingkungan) atau publik yang berisiko tinggi terkena paparan cairan penderita hepatitis
  • Petugas gizi atau pekerja yang menyiapkan makanan-minuman dari bahan mentah sampai menjadi matang, penyajian dan pembersihan
  • Orang yang beresiko dengan penyalahgunaan narkoba dan seks bebas, tato dan lainnya
  • Orang dengan penyakit menahun yang berisiko terkena komplikasi seperti penyakit ginjal, diabetes, infeksi HIV atau gangguan imunitas
  • Orang atau siapapun yang ingin terlindung dari hepatitis
  • Reporter: Fitri Haryanti HarsonoSumber: Liputan6.com

    (mdk/RWP)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP