Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Apakah Normal Jika Payudara Kiri dan Kanan Memiliki Ukuran Berbeda?

Apakah Normal Jika Payudara Kiri dan Kanan Memiliki Ukuran Berbeda? Ilustrasi Payudara. ©medicalnewstoday.com

Merdeka.com - Ukuran payudara merupakan sebuah hal yang menjadi kepedulian bagi sejumlah wanita. Baik karena terlalu besar, terlalu kecil, atau memiliki ukuran sempurna, masalah payudara ini merupakan suatu hal yang menjadi perhatian bagi banyak wanita.

Namun, pernah kah kamu sadari bahwa walau berada berdampingan, payudara kerap memiliki perbedaan antara yang kanan dan kiri. Perbedaan ini bisa terjadi baik secara ukuran, kepadatan, dan posisi. Mengapa hal ini dapat terjadi?

"Berbeda itu normal dan hal ini lebih umum terjadi dibanding tidak (berbeda)," terang Dr. Sherry Ross, dokter kandungan dan seorang penulis dilansir dari Huffington Post.

Bagi banyak wanita, ketika berkaca mereka akan menyadari bahwa terdapat perbedaan antara payudara kiri dan kanan. Sejumlah kondisi yang ada di payudara bisa jadi berbeda antara yang satu dengan yang lain.

Perbedaan payudara ini baik dalam ukuran, bentuk, posisi, atau posisi puting antara yang satu dengan yang lain merupakan hal yang umum terjadi.

"Semua bagian tubuh yang hadir secara berpasangan biasanya tidak akan akan serupa satu sama lain," terang dr. Ross.

"Telinga, mata, payudara, dan labia biasanya cenderung sedikit berbeda baik dalam ukuran maupun bentuk. Hal ini sepenuhnya normal dan lebih umum terjadi dibanding sama persis," sambungnya.

Perubahan jaringan payudara juga bisa terjadi pada saat wanita tengah mengalami ovulasi. Retensi air dan aliran darah bisa menyebabkan payudara menjadi lebih sensitif dan padat pada waktu-waktu tersebut.

Kondisi payudara yang asimetris ini juga tidak hanya dipengaruhi oleh siklus menstruasi bulanan. Kehamilan, menyusui setelah melahirkan, serta menopause juga dapat mempengaruhi jaringan payudara.

Kondisi payudara yang tidak simetris baik ukuran, bentuk, atau posisi ini bisa terjadi sejak seseorang lahir. Walau begitu, kondisi ini juga bisa dialami oleh seseorang ketika payudara mulai tumbuh pada saat pubertas.

Payudara biasanya berhenti bertumbuh pada usia 18 tahun, walau begitu pada kasus tertentu, payudara ini bisa terus bertumbuh hingga usia 20 tahun. Dr. Stephanie L. Graff dari the Lifespan Cancer Institute menjelaskan bahwa pada usia tersebut, sebaiknya tunggu terlebih dahulu karena bisa saja payudara yang sebelumnya tidak simetris berujung jadi simetris.

"Sambil menunggu, kamu bisa menggunakan payudara dengan busa atau yang telah diukur pada toko khusus yang biasa membuat bra bagi penyintas kanker payudara yang sudah terbiasa menangani masalah asimetris," terang dr. Graff.

Pada payudara dengan kondisi asimetris yang drastis, operasi plastik atau rekonstruktif baik untuk mengecilkan atau membesarkan payudara merupakan salah satu pilihan. Pada kondisi ini, penting untuk berkonsultasi dengan dokter terkait penyebab terjadinya perbedaan ini.

(mdk/RWP)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP