Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Apa efeknya pada tubuh jika makan terlalu cepat?

Apa efeknya pada tubuh jika makan terlalu cepat? Ilustrasi makan. Shutterstock/Kzenon

Merdeka.com - Ketika rasa lapar sudah menyerang, kamu pasti akan cenderung untuk makan secara cepat. Mengunyah dengan cepat dan langsung menelannya.

Namun apakah makan secara cepat bisa memberikan efek buruk untuk tubuh? Penelitian yang dilansir dari livestrong.com mengungkapkan bahwa makan dengan cepat bisa menyebabkan gangguan pencernaan hingga kenaikan berat badan. Berikut adalah penjelasannya.

Gangguan pencernaan

Gangguan kesehatan yang pertama akibat makan terlalu cepat adalah gangguan pencernaan yang ditandai dengan naiknya asam lambung serta gangguan proses mencerna makanan. Jika hal ini berlangsung terus-menerus maka bisa menyebabkan sindrom iritasi usus dan komplikasi gastrointestinal lainnya.

Kenaikan berat badan

Otak dan perut bekerja sama untuk mengendalikan nafsu makan. Dan proses ini membutuhkan waktu 20 menit.

Ketika kamu makan terlalu cepat, maka perut belum memiliki waktu untuk memberitahu otak bahwa perut sudah terisi makanan. Sehingga kamu pun menumpuk makanan terus-menerus yang kemudian menyebabkan kenaikan berat badan karena kamu tidak tahu kapan harus berhenti makan.

Gangguan sinyal di otak

Selain mengganggu pengiriman sinyal di otak saat makanan sudah masuk perut, makan terlalu cepat juga bisa membuat manusia tidak bisa merasakan apakah dia benar-benar lapar fisik atau lapar mata saja. Saat proses pengiriman sinyal ini terganggu, maka kamu bisa terjebak pada pola makan emotional eating yang membahayakan tubuh.

Karena makan secara cepat mampu memberikan dampak negatif untuk tubuh, maka cobalah untuk makan dengan perlahan. Serta berilah waktu setidaknya 20-30 menit untuk berdiri dari kursi setelah makan agar makanan bisa dicerna dengan baik.

(mdk/feb)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP