Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

9 Mitos seputar stres

9 Mitos seputar stres Ilustrasi stres. ©shutterstock.com/Phatic-Photography

Merdeka.com - Kita sering mengucapkan kata stres berkali-kali. Namun sebenarnya apa arti dari kondisi tersebut? Sebab nyatanya masih banyak orang yang salah paham tentang penyebab, gejala, dan cara mengatasinya.

Maka dari itu, pahami segala hal tentang stres, termasuk mitos seputar stres, seperti yang dilansir dari Huffington Post berikut ini.

Stres adalah motivator

motivatorRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Banyak orang yang mengira stres adalah indikasi yang baik. Sebab dengan stres, mereka bisa termotivasi untuk mencapai tujuan. Namun benarkah demikian?

Ternyata tidak. Motivasi terbesar adalah jika seseorang menciptakan target atau tujuan. Stres hanya sekadar emosi negatif yang mampir ketika kita berusaha meraih tujuan itu.

Atasi stres dengan minum alkohol

dengan minum alkoholRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Anda mungkin harus berpikir dua kali jika ingin menghilangkan stres dengan cara minum alkohol. Pasalnya, alkohol justru memicu produksi hormon cortisol yang menjadi penyebab stres, demikian menurut sebuah penelitian di tahun 2006.

Daripada minum alkohol, lebih baik nikmati minuman herba seperti teh yang sifatnya menenangkan.

Tak ada gejala, stres tidak berdampak buruk

gejala stres tidak berdampak burukRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Biasanya, stres ditunjukkan dengan gejala peningkatan berat badan atau insomnia. Namun jika gejala tersebut tidak muncul, bukan berarti stres tidak berbahaya.

Stres tanpa gejala justru lebih berbahaya. Sebab seseorang yang stres tanpa gejala biasanya langsung terserang penyakit jantung atau stroke tanpa pertanda.

Stres bikin sakit perut

sakit perutRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Berkebalikan dengan kepercayaan banyak orang, sakit perut sebenarnya tidak selalu disebabkan oleh stres. Meskipun stres meningkatkan kadar keasaman lambung, namun masalah pencernaan tersebut tidak disebabkan oleh beban pikiran seseorang.

Stres tidak bisa dihindari

bisa dihindariRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Semua orang pasti pernah stres, itu benar. Namun jangan percaya mitos yang mengatakan bahwa stres tidak bisa dihindari. Berlatih untuk menenangkan emosi adalah salah satu cara menghindari stres.

Selain itu, pahami betul apa yang biasanya memicu stres. Jangan mendekati penyebab itu sehingga stres pasti bisa dihindari.

Kejadian buruk memicu stres

memicu stresRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Memang benar kejadian buruk bisa memicu stres. Namun tahukah Anda, kejadian menyenangkan pun mampu menyebabkan stres. Bagaimana bisa?

Sebab semua kejadian yang menimbulkan perubahan emosi pada tubuh, baik itu positif maupun negatif, bisa memicu stres. Jadi jangan mengira kalau kejadian buruk saja mampu membuat Anda stres.

Semua orang mengalami gejala stres yang sama

mengalami gejala stres yang samaRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Ada banyak sekali hal yang bisa memicu stres pada seseorang. Oleh sebab itu, gejala stres yang ditunjukkan pun pasti berbeda.

Gejala bisa muncul dalam bentuk fisik maupun emosional. Jadi pahami gejala stres dalam diri sendiri agar bisa mengatasinya dengan baik.

Stres adalah teman orang sukses

teman orang suksesRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Mitos berikutnya adalah kepercayaan yang menyebutkan bahwa stres merupakan teman baik dari orang sukses. Jika tidak stres, maka seseorang tidak akan sukses. Benarkah demikian?

Tidak juga. Stres bukan berarti syarat bahwa seseorang bisa sukses karena kerja lebih lama. Justru bekerja melebihi batas waktu termasuk hal tidak sebaiknya dijadikan kebiasaan.

Stres sama dengan cemas

dengan cemasRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Stres, baik akut maupun kronis, berbeda dengan gangguan cemas. Sebab stres bukan termasuk kondisi yang tidak termasuk diagnosis gangguan mental.

Stres muncul akibat kejadian atau pemikiran tertentu. Sementara cemas dikategorikan sebagai bentuk rasa takut dan tidak nyaman, bahkan terkadang tidak diketahui penyebabnya.

Selain itu, stres bisa dihilangkan dalam waktu singkat. Berbeda dengan cemas yang tidak mampu hilang dalam sekejap dan butuh waktu lama untuk menyembuhkannya.

 

Baca juga:Tangani masalahan tekanan darah dengan olahragaAncaman dibalik kelezatan roti!Cara praktis atasi sakit kepalaCara alami mengatasi rasa terbakar pada vagina setelah bercintaCegah stres dengan 5 metode holistik ini!

(mdk/riz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP