6 Risiko kesehatan akibat duduk terlalu lama
Merdeka.com - Duduk terlalu lama identik dengan aktivitas fisik yang minim. Sehingga tubuh rentan terkena berbagai macam penyakit. Bahkan baru-baru ini penelitian juga menyebutkan duduk terlalu lama bisa memicu depresi.
Berikut ini, Huffington Post pun merangkum berbagai risiko kesehatan akibat duduk terlalu lama. Simak selengkapnya.
Diabetes
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPada bulan Oktober tahun lalu, peneliti dari University of Missouri menerbitkan hasil riset yang mengklaim bahwa duduk sepanjang hari mampu meningkatkan risiko diabetes, obesitas, dan penyakit hati.
Kematian
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPenelitian lain dalam American Journal of Epidemiology juga menuliskan kalau wanita yang duduk enam jam atau lebih dalam sehari memiliki risiko kematian 40 persen lebih cepat daripada mereka yang cuma duduk kurang dari tiga jam.
Sementara untuk pria, duduk lebih dari enam jam dikaitkan dengan risiko kematian sebesar 18 persen.
Memperpendek usia
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPeneliti melaporkan risetnya tentang kebiasaan menonton TV dan usia seseorang dalam British Journal of Sports Medicine pada bulan Agustus lalu. Menurut mereka, setiap jam yang dihabiskan seseorang untuk menonton TV, kesempatan bertahan hidup selama 22 menit akan hilang.
Selain itu, jika menonton TV selama enam jam, seseorang sama dengan memperpendek usianya sampai lima tahun.
Kanker
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDuduk terlalu lama diduga menjadi penyebab 170.000 kasus kanker setiap tahunnya. Kabar baiknya, membiasakan diri untuk berjalan kaki bisa menurunkan risiko serangan penyakit tersebut.
Cukup jalan kaki 30 menit sehari untuk menurunkan risiko kanker akibat kebiasaan duduk terlalu lama.
Memperbesar pantat
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMenurut peneliti dari Inggris, memberikan beban terhadap bagian tubuh tertentu (seperti pantat) bisa membuat lemak berkumpul di sana sebesar 50 persen.
Itulah sebabnya kenapa kebiasaan duduk terlalu lama juga memicu obesitas. Sebab tekanan tubuh membuat produksi lemak terus meningkat dan berkumpul di area tertentu.
Penyakit jantung
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comBaru-baru ini, penelitian dalam jurnal Medicine and Science melaporkan kalau duduk terlalu lama meningkatkan risiko serangan penyakit jantung hingga 54 persen.
Baca juga:Satu dari empat kasus penyakit jantung sebenarnya bisa dicegahGagal jantung dan serangan jantung, apa bedanya?Mendengarkan musik kesukaan membuat jantung lebih sehatCegah penyakit jantung dengan makan 45 buah cherry setiap hariBakteri dalam usus tangkal penyakit jantung pada orang obesitas (mdk/riz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya