Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

4 Mitos tentang anak dan seksualitas

4 Mitos tentang anak dan seksualitas Ilustrasi keluarga. merdeka.com/Shutterstock/Monkey Business Images

Merdeka.com - Orang tua yang sebaiknya memperkenalkan kehidupan seksualitas kepada anak-anaknya dengan cara yang benar. Sebab kini banyak media yang berpotensi memberikan informasi yang salah mengenai hal-hal tersebut kepada anak-anak. Untuk lebih memahami tentang masalah ini, sebaiknya Anda menyimak mitos anak dan seksualitas seperti yang dilansir dari Your Tango (19/06) berikut ini.

Ponsel anak 100% amanHal ini tentu saja tidak benar, sebab pornografi bisa menyebar cepat tanpa Anda ketahui melalui ponsel anak Anda.

Anak belum puberMeskipun Anda menganggap buah hati Anda belum mengalami masa puber, namun pengaruh teman dan media bisa membuat mereka tertarik dan mencari tahu sendiri mengenai hal-hal berbau seksual.

Anak pasti jujur pada orang tuaOrang tua cenderung percaya bahwa anak-anak mereka pasti akan menceritakan segala hal yang dirasakan, padahal hal itu belum tentu benar. Sebab anak-anak biasanya malah tidak nyaman jika harus berbagi mengenai masalah seks pada orang tua mereka karena takut dimarahi.

Anak mampu mengoperasikan ponsel dengan benarRasa penasaran biasanya adalah faktor utama anak mulai tertarik dengan hal-hal berbau seksual. Maka dari itu orang tua sebaiknya waspada akan hal ini.

Lantas apa yang bisa dilakukan orang tua untuk mengarahkan buah hatinya ke 'jalan yang benar'? Simak tipsnya berikut ini.

  • Didik anak mengenai sexting dan pornografi melalui ponsel dan media online.
  • Bangun komunikasi yang baik dengan anak mengenai konsekuensi sexting dan pornografi.
  • Putuskan batasan yang jelas dan adil pada penggunaan ponsel.
  • Awasi anak ketika mereka mengakses internet.
  • Pasang filter pada ponsel anak.
  • Sering berdiskusi dengan anak mengenai hal-hal yang pantas dan tidak pantas.
  • Jika sudah keberatan mengenai masalah tersebut, segera konsultasikan dengan ahlinya.
  • Teknologi memang sangat bermanfaat bagi kehidupan, namun jangan sampai teknologi juga menjadi sebuah bumerang yang menghancurkan kehidupan keluarga Anda. (mdk/riz)

    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP