4 Faktor Yang Harus Diperhatikan Untuk Jalani Isolasi Mandiri Secara Benar
Merdeka.com - Masyarakat yang terkena Covid-19 tanpa gejala atau dengan gejala ringan, saat ini diimbau untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. Hal ini untuk mengurangi beban tenaga kesehatan di rumah sakit di tengah puncak gelombang kedua yang tengah melanda Indonesia.
Terkait dengan isolasi mandiri, dr. Andi Khomeini Takdir, Sp.PD (K-Psi), Dokter Spesialis Penyakit Dalam & Konsultan Penyakit Dalam Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet, menyatakan masyarakat perlu mengetahui kiat-kiat isolasi mandiri yang benar agar kesehatannya cepat pulih.
Dia menjelaskan bahwa saat melakukan isolasi mandiri di rumah, pertama-tama pasien harus memakai masker. Kedua, kamar harus terpisah dan pastikan jendela kamar isolasi mandiri pasien terbuka.
dr. Andi juga menekankan bagi pasien yang menjalani isolasi mandiri harus menjaga makanan dengan gizi seimbang. “Kalau di rumah sakit, ada dokter dan perawat yang mendukung. Saat di rumah, keluarga harus menjadi pendukung agar selera makan pasien tetap terjaga,” ujar dr. Andi dalam Dialog Produktif yang diselenggarakan KPCPEN (29/6).
Sebisa mungkin, lanjut dr. Andi, bagi pasien yang isolasi mandiri agar tidak mendiagnosis diri sendiri, kalau memungkinkan harus terus berkonsultasi dengan dokter. Apabila ada gejala yang sangat semakin dirasa berat, perlu untuk menghubungi dokter.
dr. Andi mengimbau jika masyarakat jangan mencari kambing hitam kala terpapar Covid-19 tapi harus sama-sama mencari solusi dari kondisi seperti ini.
“Kampanye protokol kesehatan sudah berjalan, tapi seberapa besar dijalankan masyarakat, itu harus kita evaluasi. Vaksinasi belum mencapai target yang mencukupi untuk tercipta herd immunity, jadi jangan kendor protokol kesehatannya,” pesan dr. Andi (mdk/dzm)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya