4 Alasan orang lebih mudah mengantuk saat depresi
Merdeka.com - Ketika menghadapi saat-saat sulit atau sedih, apakah Anda selalu merasa ingin cepat tidur? Atau ketika selesai menangis, Anda selalu merasa mengantuk? Anda tak sendiri. Hal ini terjadi pada banyak orang dan bisa dijelaskan secara ilmiah.
Mengantuk adalah salah satu gejala depresi yang mudah diketahui. Orang yang mengalami depresi memang lebih banyak tidur dibanding orang yang tak depresi. Lantas, apa penyebabnya? Berikut adalah beberapa alasan mengapa seseorang cenderung mudah mengantuk ketika depresi, seperti dilansir oleh Mag for Women.
Depresi membuat orang ingin melarikan diri
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKetika mengalami saat yang buruk dan depresi, seseorang ingin melarikan diri dari kenyataan yang ada. Tidur adalah salah satu cara mereka bisa melepaskan rasa sakit, sedih, dan semua masalah yang ada. Karena pikiran mereka tak mampu mengatasi kenyataan yang ada, tidur menjadi cara mudah untuk menghindari kenyataan. Sayangnya tidur tak bisa mengobati depresi karena ketika bangun Anda masih akan merasa sakit.
Depresi menyebabkan kelelahan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMeski depresi berpengaruh pada mental, namun hal ini juga bisa memberi efek pda fisik, yaitu menyebabkan kelelahan. Orang yang mengalami depresi lebih mudah mengalami kelelahan. Mata, punggung, dan kaki mereka seolah tak berenergi. Stres mental membuat mereka tak aktif secara fisik. Pada akhirnya hal ini juga bisa berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh dan membuat mereka lebih rentan terkena penyakit atau infeksi.
Masalah tidur
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPenelitian terbaru mengungkap bahwa orang yang mengalami depresi seringkali memiliki masalah tidur. Dua jenis masalah tidur yang sering dialami orang yang depresi adalah insomnia dan tidur secara berlebihan. Jika mengalami insomnia, mereka akan merasa lelah dan mengantuk di siang hari. Sementara ketika mengalami terlalu banyak tidur, mereka juga cenderung akan lesu selama seharian.
Mempengaruhi fungsi otak
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comOtak bertugas untuk mengatur fungsi tubuh, termasuk mood dan jam tidur. Depresi bisa mempengaruhi fungsi otak dan mengacaukan produksi serotonin serta zat kimia lainnya. Hal ini menyebabkan seseorang mudah merasa ngantuk dan memiliki mood yang labil.Itulah beberapa alasan mengapa seseorang mudah merasa ngantuk ketika mengalami depresi. Namun perlu diperhatikan bahwa tidur tak akan mempengaruhi depresi yang Anda rasakan. Ketika terbangun Anda akan tetap merasa depresi dan masalah belum selesai. Cari bantuan untuk meredakan depresi dengan terapi atau hal lainnya. Jangan melampiaskannya dengan terus-terusan tidur.
(mdk/kun)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya