3 Fakta penting tentang mengonsumsi protein

Reporter : Rizqi Adnamazida | Minggu, 2 September 2012 17:50




3 Fakta penting tentang mengonsumsi protein
Steak. ©2012 Shutterstock/Kzenon

Merdeka.com - Protein merupakan salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Orang dewasa pun disarankan mengonsumsi minimal 0,8 gram protein setiap kg tubuhnya dalam sehari. Misalnya, orang dengan berat 80 kg sebaiknya menikmati 58 gram protein. Demikian menurut saran dari Institute of Medicine.

"Protein bisa ditemukan dalam daging sapi, unggas, ikan," kata Julie Metos, ahli diet dari University of Utah, seperti yang dikutip dari My Healthy News Daily (01/09).

Adanya makanan cepat saji seperti burger membuat seseorang mengonsumsi protein secara berlebihan. Meskipun tidak tampak berbahaya, namun sebenarnya mengonsumsi protein berlebihan bisa meningkatkan berat badan. Untuk lebih jelasnya, simak fakta penting tentang mengonsumsi protein berikut ini.

Protein dan diet
Beberapa studi menyebutkan diet rendah kalori lebih ampuh menurunkan berat badan daripada diet rendah lemak atau karbohidrat. Diet rendah kalori tersebut identik dengan konsumsi protein tinggi. Namun belum ada bukti bahwa diet rendah kalori bisa dilakukan dalam jangka panjang untuk menjaga berat badan ideal.

"Beberapa orang melaporkan bahwa mereka lebih kenyang saat makan banyak protein, jadi asupan kalori pun menurun. Tetapi dalam jangka panjang, dampaknya pada berat badan tidak menunjukkan hasil yang lebih baik," terang Metos.

Protein dan otot
Atlet dikenal sering mengonsumsi banyak protein untuk membentuk otot mereka. Padahal menurut laporan dalam National Institutes of Health, rangsangan pembentukan otot sebenarnya bisa didapat dari banyak makan, bukan hanya fokus pada protein.

"Orang yang mencoba membentuk tubuh dan otot bilang kalau mereka butuh lebih banyak protein. Tetapi sebenarnya mereka tidak butuh itu semua," demikian kata Metos.

Terlalu banyak protein
Risiko mengonsumsi protein secara berlebihan adalah menumpuknya lemak jenuh yang sering ditemukan pada daging. Sehingga hal itu bisa berujung pada serangan jantung.

"Boleh saja menikmati protein lebih banyak, tetapi perhatikan jumlah kalori yang masuk. Ingat, protein juga berkalori. Jadi saat makan berlebihan dan tidak olahraga, itu bisa jadi lemak," tegas Metos.

Selain penyakit jantung, sebuah penelitian juga menyebutkan terlalu banyak mengonsumsi protein bisa meningkatkan kadar kolesterol dan memperburuk kesehatan ginjal.

[riz]


Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Menteri agama keluhkan kemacetan Jakarta di Twitter
  • Mesin bekas Rusia tak sebabkan roket NASA meledak
  • Industri media diprediksi tumbuh 15 persen tahun depan
  • Prabowo: DPR tandingan itu sangat merugikan bangsa!
  • Vettel berencana tak turun di sesi kualifikasi GP Austin
  • Nicholas Saputra dan Dian Sastro, 12 tahun setelah AADC
  • Swedia jadi negara Eropa Barat pertama akui Palestina
  • Karakter atasan buruk, karyawan tidak puas kerja
  • Rumah di Inggris dilelang mulai harga Rp 15 ribu
  • Ini pengakuan guru SMP di Bandung yang cabuli belasan siswi
  • SHOW MORE