12 Makanan penyebab inflamasi

    Reporter : Rizqi Adnamazida | Jumat, 19 Oktober 2012 21:12

    12 Makanan penyebab inflamasi
    Ilustrasi daging. ©2012 Shutterstock/lsantilli

    Merdeka.com - Inflamasi atau radang adalah respon sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi dan iritasi. Tetapi makanan rupanya juga mampu memicu inflamasi.

    Inflamasi pun sering dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan kronis. Misalnya kanker, diabetes, dan obesitas. Demi menghindari inflamasi, sebaiknya Anda membatasi asupan beberapa makanan seperti yang dilansir dari Care2.com (18/10) berikut ini.

    Makanan siap saji
    Segala bentuk makanan yang siap saji, sudah diproses, dan dibungkus adalah daftar pertama penyebab inflamasi. Kenapa? Sebab di dalamnya banyak terkandung pemanis alami, zat aditif, minyak berbahaya, dan bahan lain yang tidak diketahui asalnya.

    Lemak jenuh
    Kedua, makanan penyebab inflamasi adalah lemak jenuh yang biasa ditemukan pada mentega. Kue dan roti yang dijual di pasaran pun sebaiknya diwaspadai karena bisa saja bahannya berbahaya bagi kesehatan.

    Daging (kecuali ikan tangkapan di sungai atau laut)
    Baik itu daging sapi atau ayam, jika terlalu banyak mengonsumsinya, sebab inflamasi akan mengancam kesehatan Anda. Jadi batasi jumlahnya sesuai dengan kebutuhan nutrisi tubuh.

    Gorengan
    Kentang goreng, keripik kentang, dan makanan gorengan lain sudah jelas membawa pengaruh buruk bagi tubuh. Makanan tersebut rupanya juga menyebabkan inflamasi.

    Gula putih dan pemanis
    Termasuk di dalamnya soda dan jus instan, seluruhnya memicu inflamasi bagi tubuh. Anda tidak harus menghindari gula seutuhnya, namun cobalah mencari alternatif pemanis yang lebih menyehatkan.

    Pemanis sintetis
    Pemanis sintetis seperti Nutrasweet, Splenda, saccharin, aspartame, AminoSweet, dan yang lain harus benar-benar dijauhi. Seluruhnya menyebabkan inflamasi dan masalah kesehatan yang serius.

    Garam
    Sebenarnya garam tidak terlalu berbahaya. Namun Anda harus memilih jenis garam yang tepat yang mengandung mineral alami lain, bukan cuma sodium saja.

    Zat aditif
    Segala makanan yang mengandung zat aditif, seperti pewarna, penguat rasa, stabilisator, dan pengawet sebaiknya tidak dikonsumsi. Ironisnya, kebanyakan makanan yang mengandung zat aditif justru semakin banyak dijual untuk anak-anak.

    Produk susu
    Beberapa produk susu, seperti es krim, keju, yogurt, dan lainnya, sekarang ini sering disajikan secara tidak alami. Misalnya ditambahkan hormon, antibiotik, dan bahan berbahaya lainnya.

    Produk tepung terigu
    Banyak kondisi kesehatan serius yang dilaporkan akibat berlebihan dalam mengonsumsi produk tepung terigu. Parahnya, sekarang makin banyak produk tepung yang diolah secara tidak alami.

    Gluten
    Gluten bisa dibilang sebagai protein jahat dalam tepung terigu. Maka dari itu Anda juga perlu menghindarinya untuk mencegah inflamasi.

    Alkohol
    Terakhir, penyebab inflamasi yang juga harus dijauhi adalah alkohol. Meskipun demikian, ada juga para ahli yang membolehkan wanita mengonsumsi segelas dan pria sebanyak dua gelas alkohol dalam sehari.

    Itulah berbagai makanan yang menyebabkan inflamasi. Anda juga bisa mengonsumsi makanan beralkali yang khasiatnya memerangi inflamasi.

    [riz]

    Komentar Anda


    Suka artikel ini ?
    Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


    Be Smart, Read More
    Back to the top
    Today #mTAG
    LATEST UPDATE
  • Serka Sutrisno, korban Hercules di Medan akan dimakamkan di Boyolali
  • Heru Pambudi resmi jabat Dirjen Bea Cukai
  • Cerita kelam Kalibata City, pengunjung cabul sampai bisnis esek-esek
  • Loloskan Sutiyoso jadi KaBIN, anggota DPR cuma gertak soal Kudatuli
  • Hari ke-14 Ramadan, tewasnya nabi palsu dikepung tentara 4 bulan
  • Tak mampu bayar utang IMF Rp 22,7 T, Yunani resmi bangkrut
  • Suasana haru di rumah duka Peltu Yahya Komari
  • Punya Kuping 'Caplang', Rianti Cartwright Jarang Pakai Anting
  • 2 Anggota Paskhas penumpang Hercules dipastikan meninggal dunia
  • Ahok ibaratkan penanganan banjir Jakarta seperti mau buang air besar
  • SHOW MORE