Kenapa penetapan awal Ramadan bisa berbeda?
Merdeka.com - Masyarakat muslim di Indonesia seringkali berbeda dalam menjalankan ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri pada setiap tahun. Ini disebabkan adanya dua metode penetapan awal bulan Hijriyah yang berbeda satu dengan lainnya.
Kedua metode itu adalah rukyat dan hilal. Rukyat merupakan metode menentukan awal bulan hijriyah dengan melihat langsung hilal, atau bulan sabit tipis sebagai pertanda masuknya bulan baru. Metode ini dipakai oleh beberapa ormas Islam di antaranya Nahdlatul Ulama (NU), Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia (DDII), Al-Washliyyah, Al Irsyad Al Islamiyyah.
Hisab merupakan metode yang dipakai untuk menetapkan awal bulan dengan melakukan perhitungan perputaran bulan. Metode ini dipakai oleh ormas Islam seperti Muhammadiyah.
Timbulnya perbedaan pada penetapan awal bulan ini bukan disebabkan pada metode masing-masing, melainkan pada kriteria yang dipakai dalam melihat hilal. Dalam hisab Muhammadiyah, kriteria yang dipakai adalah wujudul hilal.
Kriteria wujudul hilal menyebutkan waktu memasuki bulan baru ditetapkan jika hilal telah berada di atas batas minimal tampak tanpa memperhatikan berapapun sudut penampakannya. Kriteria ini ditentukan berdasar pada dua prinsip, yaitu ijtima (konjungsi) telah terjadi sebelum matahari telah terbenam atau dikenal dengan istilah ijtima qablal ghurub dan bulan terbenam setelah matahari terbenam.
Kriteria ini juga pernah digunakan oleh ormas Persatuan Islam (Persis). Tetapi, sejak tahun 2000, Persis melakukan tajdid (pembaharuan) dengan menggunakan kriteria imkanur rukyat, atau batas dimungkinkannya hilal terlihat.
Imkanur rukyat sendiri merupakan kriteria yang dipakai dalam metode rukyat. Jika dengan kriteria ini, maka bulan baru dapat ditetapkan jika hilal sudah berada pada batas yang memungkinkan hilal terlihat yaitu 2 derajat di atas garis datar.
Dua kriteria inilah pada akhirnya akan menentukan apakah perhitungan kalender telah masuk bulan baru atau belum.
(mdk/bai)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya