Kondisi ekonomi China&Amerika pengaruhi pasar perkantoran di Jakarta
Merdeka.com - Coldwell Banker Commercial melihat, pasar perkantoran di Jakarta mengalami pertumbuhan cukup pesat pasca krisis ekonomi global tahun 2008. Hal ini terjadi karena didorong kenaikan kepercayaan dunia terhadap fundamental ekonomi di Indonesia melalui meningkatkan investasi asing di dalam negeri dan mendorong percepatan properti komersial, khususnya di Jakarta.
Pertumbuhan pasar perkantoran mencapai puncaknya pada tahun 2012 dimana penambahan pasokan dan permintaan pada waktu itu merupakan yang tertinggi mencapai lebih dari 230.000 m2 dalam setahun.
Sementara itu, perlambatan ekonomi yang mulai dirasakan sejak tahun 2014 mulai berdampak terhadap kinerja pasar properti secara umum di tahun 2015 dan belum terlihat mengalami peningkatan di kuartal 1 tahun 2016.
"Harga komoditi yang mencapai tingkat terendah, juga diiringi turunnya harga minyak dan pertambangan lainnya membuat kekuatan ekonomi Indonesia melemah karena selama beberapa tahun terakhir sangat bergantung pada sektor-sektor tersebut sebagai pendorong perekonomian nasional," demikian dalam siaran tertulis kepada merdeka.com.
Mereka juga menilai, keadaan diperparah dengan kondisi ekonomi China yang juga terpuruk serta ekonomi Amerika yang belum pulih sepenuhnya. Kondisi ini berpengaruh pada sektor perkantoran di tahun 2015 hingga mencapai penurunan tertinggi di kuartal 1 tahun 2016.
Di mana tingkat hunian pada saat ini turun drastis dari 90% ke level 88% akibat banyaknya penyewa yang menutup dan memperkecil ruang usahanya serta penyewa yang merelokasi usahanya ke tempat dengan biaya akomodasi yang lebih murah dibanding gedung perkantoran.
Selama tahun 2015 dan di awal 2016, pasar perkantoran tetap bergerak walaupun dengan tekanan akibat banyaknya ruang kosong di gedung-gedung perkantoran di Jakarta. Pasokan baru yang akan masuk di tahun 2016 diperkirakan mencapai ±750.000 m2, dan hingga tahun 2018 diprediksi hingga 2 juta m2 baik di CBD Jakarta maupun di wilayah lain di Jakarta.
"Pre-commitment yang rendah akibat tidak banyaknya permintaan akan ruang perkantoran baru membuat pasokan baru yang masuk membuat tingkat hunian rata-rata di Jakarta menjadi lebih tertekan."
"Untuk melihat perkembangnya maka secara khusus ditinjau sejumlah transaksi ruang perkantoran yang terjadi di tahun 2015 dan kuartal 1 tahun 2016 untuk mengidentifikasi pergerakan penyewa perkantoran baik yang baru membuka usahanya maupun yang melakukan relokasi dari kantor lamanya," tulisnya.
Untuk melihat kecenderungan hingga setahun ke depan, Coldwell Banker Commercial melakukan peninjauan terhadap permintaan baru akan ruang perkantoran yang menunjukkan tingkat keseriusan dalam rencana pindah atau membuat usaha baru.
Temuan mengenai pergerakan penyewa di gedung perkantoran di Jakarta meliputi, jenis usaha, lokasi yang diminati, alasan perpindahan, perpindahan penyewa, harga sewa, permintaan ruang kantor baru, pergeseran kebutuhan hinggaTrend pergerakan penyewa Perkantoran dalam setahun ke depan. (mdk/hrs)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya