Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Zulkifli Hasan ajak cendekiawan dan budayawan gabung parpol

Zulkifli Hasan ajak cendekiawan dan budayawan gabung parpol Zulkifli Hasan. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang turut hadir sebagai salah satu pembicara pada acara diskusi peluncuran buku Radhar Panca Dahana, mengatakan bahwa sejumlah konflik dalam demokrasi yang dijalankan di Indonesia hari ini, hanya berkutat pada permasalahan di internal lembaga masing-masing, terutama dalam hal perebutan kekuasaan.

Dirinya juga sedikit menyinggung pembicara lain yang juga hadir dalam diskusi tersebut, yaitu akademisi dan pengamat politik Yudi Latif, mengenai keengganannya untuk bergabung dengan partai politik.

"Demokrasi kita biasanya hanya mampu membuat pertarungan berkepanjangan. Yang dipahami itu selalu kalau masuk parpol, pasti haus untuk berkuasa, dan ketuanya pasti mau jadi presiden," kata Zulkifli di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Rabu (11/3).

"Bagaimana politik kita mau berbudaya, kalau orang kayak Pak Yudi Latif ini tidak mau masuk parpol?" katanya menambahkan.

Zulkifli mengatakan, citra semua partai politik yang ada hari ini seakan menjadi momok yang kerap dihindari oleh para budayawan dan cendekiawan di tanah air. Dirinya bahkan mengajak seluruh peserta diskusi yang hadir untuk bisa berpartisipasi dalam politik praktis di tanah air, dengan bergabung ke dalam partai politik.

Namun, Zulkifli mengaku bahwa capaian demokrasi yang saat ini sudah berhasil diterapkan Indonesia, memang masih jauh lebih baik daripada penerapannya di sejumlah negara lain.

"Parpol seperti sesuatu yang dihindari oleh para cendekiawan dan budayawan. Entah kenapa mereka seperti alergi. Ayolah ramaikan agar partai politik di Indonesia ini bisa jadi lebih berbudaya," kata Zulkifli.

"Tapi walaupun demikian, saya tetap optimis bahwa kita sudah di jalan yang baik, dibanding saudara-saudara kita di dunia lain. Thailand saja belum berhasil mengembangkan demokrasi. Apalagi Timur Tengah, luar biasa. Untuk mewujudkan demokrasi saja mungkin sudah berapa ribu orang yang meninggal di sana," pungkasnya.

Bale Sastra Indonesia menggelar acara diskusi buku "Kebudayaan Dalam Politik", karya Radhar Panca Dahana, di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Rabu (11/3).

Diskusi ini merupakan bagian dari rangkaian acara, yang digelar Bale Sastra Indonesia sebagai refleksi atas seluruh karya Radhar Panca Dahana selama 50 tahun berkarya di dunia artistik dan jurnalistik.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP