Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Yorrys: Isu perluasan wewenang wantim cuma orang cari sensasi

Yorrys: Isu perluasan wewenang wantim cuma orang cari sensasi Rapimnas Partai Golkar. ©2016 Merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Politisi Golkar Yorrys Raweyai menanggapi dingin wacana perluasan wewenang Dewan Pertimbangan (Wantim) Golkar. Dalam pandangannya, wacana itu bentuk ketidakpercayaan diri kader Golkar. "Ah, itu sensasi saja," kata Yorris ketika dihubungi merdeka.com di Jakarta, Kamis (28/1).

Menurut Yorrys, wacana perluasan wewenang Wantim tidak jelas. Dia justru menuding wacana itu datang dari orang yang tak mengehendaki Golkar bersatu, sehingga menggelontorkan isu yang sensitif.

"Saya ini tim penyelamat Golkar. Dulu Kita tidak mau Ical jadi ketua dan sekarang sudah bukti. Yang bikin sensasi itu mereka yang tidak mau Golkar bersatu," tandas dia.

Sebelumnya, Bendahara Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo menuturkan, perluasan wewenang wantim masih kajian sementara, bukan keputusan Rapimnas. Ini akan dipertimbangkan lebih lanjut dalam munas bersama kedua kubu.

"Ya susah saya menanggapi anak muda yang baru masuk kemarin di Golkar. Ini kan masih kajian. Keputusannya ada di munas," kata Bamsoet di Senayan, Jakarta, Rabu (27/1).

Perluasan wewenang bukan memberikan kekuasan dan keleluasaan khusus bagi Wantim. Menurutnya, wantim dibutuhkan untuk memberikan pertimbangan sekaligus menyempurnakan keputusan DPP. "Perluasan wewenang itu bukan seperti hak veto," jelas dia.

"Misalnya keputusan DPP tentang siapa yang jadi Capres dan Cawapres, siapa yang menjadi calon anggota legislatif, dan siapa yang menjadi calon kepala daerah. Nah Wantim ini yang akan menyempurnakan keputusan itu," ucapnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP