Warga Purwakarta kecewa gerbang air mancur Purwakarta digaris polisi
Merdeka.com - Ada pemandangan berbeda di gerbang Taman Air Mancur Sri Baduga Maharaja, Kompleks Situ Buleud Purwakarta. Pada gerbang pintu bagian timur dan barat terpasang garis polisi sejak Selasa 21 Februari kemarin.
Informasi yang merdeka.com himpun di lapangan, pemasangan garis polisi oleh pihak Resort Purwakarta karena mensinyalir adanya unsur kelalaian dari pihak penyelenggara peresmian taman air mancur tersebut saat mengadakan acara peresmian pada Sabtu 18 Februari lalu.
Kelalaian tersebut dianggap oleh kepolisian menjadi penyebab kematian seorang pengunjung asal Gang Beringin Purwakarta. Meski sebelumnya dari hasil visum Rumah Sakit Bayu Asih Purwakarta, warga tersebut meninggal karena serangan jantung.
Akibat pemasangan garis polisi ini, banyak warga Purwakarta mengaku kecewa dan meminta kembali membukanya sesegera mungkin.
"Kok dikasih garis polisi sih? Kami mau nonton air mancur nanti gimana? Kata Pak Bupati juga boleh masuk kan kalau sore?," kata salah seorang warga, Mimah (40) warga Nagri Kidul Purwakarta, Rabu (22/1).

Karyawan pada salah satu perusahaan swasta ini menuturkan, ia telah mengundang anggota keluarganya dari Bandung untuk menonton air mancur yang dilengkapi dengan 'aqua screen' itu malam minggu nanti.
"Saya kan sering posting di Instagram. Nah, keluarga saya dari Bandung ingin nonton juga, sudah saya undang untuk datang Sabtu ini," tutur Mimah.
Keluhan juga sampaikan Mastur (42) warga asal Karawang. Dia harus menahan kecewa karena saat melintas di Taman Sri Baduga, garis polisi telah terpasang.
"Sudah booking kamar hotel barusan, untuk dua keluarga, satu keluarga saya di Karawang, satu lagi dari Cirebon. Lah, kok ini malah ada garis polisi, gimana ya? Semoga saja pemerintahan di sini ambil langkah," ujarnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya