Wali Kota Malang siap 'berangkat' lewat jalur independen
Merdeka.com - Wali Kota Malang Moch Anton mengaku siap 'berangkat' lewat jalur perseorangan untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018. Langkah politik ini disiapkan jika PKB tak kunjung berkomunikasi dengan partai lain.
"Kalau sampai detik-detik akhir belum juga ada partai lain yang merapat ke PKB untuk berkoalisi dan mengusung calonnya, bisa saja saya maju lewat jalur perseorangan sebagai alternatif. Sebab, tanpa berkoalisi dengan partai lain, PKB tidak bisa maju sendiri," kata Anton seperti dilansir Antara di Malang, Jawa Timur, Rabu (12/7).
Pada Pilkada Kota Malang 2013, Ketua PKB Kota Malang itu diusung Partai Gerindra yang berkoalisi dengan beberapa partai lainnya. Pada Pilkada tahun depan Anton berharap ada partai lain yang bergabung dengan PKB agar bisa mengusung calon sendiri. Untuk bisa mengusung calon, PKB masih membutuhkan tiga kursi lagi di DPRD Kota Malang.
Meski siap bertarung tanpa kendaraan partai politik, dia tetap berharap bisa menjalin komunikasi dengan partai lain. "Informasinya saat ini PKB sedang menjalin komunikasi dengan Partai Golkar, namun belum ada kesepakatan," ujarnya.
Anton mengakui, maju melalui jalur perseorangan ada menghemat biaya politik karena akan lebih banyak melibatkan partisipasi masyarakat sehingga lebih efisien dibandingkan melalui partai.
"Kalau terpaksa demikian (jalur perseorangan) nanti akan kami tindaklanjuti dengan mencari dukungan lewat KTP. Kami juga mencari informasi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait tahapan untuk maju Pilkada melalui jalur perseorangan," ucapnya.
Disinggung pasangan yang akan mendampinginya, Anton belum memutuskan. Dia menyebut masih melakukan pendekatan dengan perwakilan akademisi.
"Pada awalnya saya ingin menggandeng Pak Bisri (Rektor Universitas Brawijaya), namun setelah ada pendekatan, beliaunya ingin tetap fokus dijalurnya (pendidikan), tidak ingin berpolitik," katanya.
Anton meyakini, jika berpasangan dengan Rektor Unibraw akan menjadi pasangan yang sangat ideal karena adanya perpaduan gabungan ahli bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan. "Tapi muah-mudahan saya bisa mendapatkan pasangan yang ideal," ucapnya.
Untuk bisa maju lewat jalur perseorangan paling tidak dibutuhkan dukungan KTP sebanyak 46.000 lembar. Penyerahan KTP dukungan diserahkan ke KPU sekitar November hingga Desember 2017.
Saat Pilkada 2013, Moch Anton berpasangan dengan Sutiaji dan terpilih sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang periode 2013-2018. Namun, pada Pilkada 2018, Sutiaji yang saat ini menjabat Wakil Wali Kota Malang itu memilih mencalonkan sendiri dan sudah mendaftar lewat PDIP.
Sementara itu, poster dukungan KTP terhadap Moc Anton untuk maju Pilkada lewat jalur perseorangan sudah bermunculan di wilayah Kota Malang.
Sosialisasi dan peluncuran Pilkada Kota Malang bakal dilakukan setelah proses administrasi tuntas. Untuk pendaftaran calon diperkirakan Januari 2018, penetapan pasangan calon pada Februari 2018 dan pencoblosan pada 17 Juni 2018. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya