Wali Aceh minta polisi tindak tegas pengacau pemilu
Merdeka.com - Wali Nanggroe Aceh, Malek Mahmud Alhaytar meminta kepada Polisi Daerah (Polda) Aceh untuk menindak tegas para pengacau dan pihak-pihak yang ingin menggagalkan pemilihan umum (pemilu) di Aceh.
Hal tersebut disampaikan Wali Nanggroe Aceh dalam Rapat Koordinasi (Rakor) pemilu legislatif 2014 dengan seluruh Forum Koordinasi Pemimpin Daerah (Forkompimda) Aceh, Senin (3/3), di gedung serba guna kantor gubernur Aceh.
"Polisi saya minta untuk ciptakan keamanan dan menindak tegas terhadap yang menggagalkan Pemilu 2014," kata Malek Mahmud dengan tegas dalam sambutannya.
Oleh karena itu, Malek mengajak semua stakeholder di Aceh untuk dapat menyukseskan pemilu dan bekerja sesuai dengan tupoksi kerja masing-masing. Sehingga pemilu di Aceh akan berjalan secara demokratis, aman dan jurdil.
"Saya juga minta masyarakat agar bisa berpartisipasi aktif untuk sukseskan pemilu di Aceh," tegasnya.
Sementara itu, Kapolda Aceh Husen Hamidi yang baru beberapa hari lalu di lantik oleh Kapolri mengatakan, dalam menegakkan hukum, terutama yang ingin menggagalkan pemilu akan ditindak tegas tanpa pandang bulu. Polda juga telah memerintahkan Polres di kabupaten dan kota untuk menindak tegas menindak para pengacau pemilu.
"Tindak tegas setiap pelanggaran hukum, jangan segan-segan Polres untuk menindak yang mengacaukan pemilu di Aceh," terang Kapolda Aceh, Husen Hamidi.
Sedangkan Pangdam Iskandar Muda Aceh, Pandu Wibowo mengaku telah siap membantu kepolisian untuk mengamankan pemilu di Aceh. Bahkan Kodam Aceh telah mempersiapkan 1307 personel TNI untuk membantu polisi.
"Pasukan Kodam sekarang On Call, mereka semua saat ini sedang berlatih di base masing-masing," ujarnya.
Bahkan, Kodam telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk mendukung kesuksesan pemilu. Di antaranya bila dibutuhkan kendaraan untuk mobilisasi logistik pemilu, Kodam sudah siap untuk membantunya.
(mdk/mtf)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya