Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Waketum: Tidak ada politik dinasti di Demokrat

Waketum: Tidak ada politik dinasti di Demokrat Demokrat daftar Caleg. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Partai Demokrat membantah tudingan menerapkan politik dinasti dalam proses perekrutan caleg dan sirkulasi kekuasaan di internal. Perekrutan caleg dan reposisi elite dilakukan berdasarkan kapasitas dan kapabilitas kader.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Agus Hermanto menolak jika partainya melakukan politik dinasti. Dia merasa selama ini dalam melakukan proses rekrutmen caleg dan reposisi kepengurusan partai sudah sesuai dengan prosedur.

"Rasanya tidak ada seperti itu (politik dinasti)," kata Agus saat dihubungi, Selasa (30/4).

Agus menjelaskan, Partai Demokrat tidak pilih kasih terhadap kader. Terlebih, menurutnya, partai menerapkan mekanisme pembobotan kader yang ketat ketika hendak mengangkat kader ke struktur jabatan tertentu.

"Tidak ujug-ujug ada (jabatan)," tegasnya.

Dia menilai posisi Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) sebagai Sekretaris Jendral Demokrat dan posisi Ketua umum Demokrat di pegang oleh ayahnya Ibas, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak dapat direpresentasikan sebagai politik dinasti.

Agus menuturkan, penempatan Ibas sudah melalui berbagai pertimbangan komprehensif. Sebagai politikus, kata dia, Ibas telah berjuang bagi partai.

"Ini tercermin dari besarnya perolehan suara yang dimiliki Ibas saat Pemilu 2009. Itu karena sudah berjuang," terangnya.

Ketua Komisi X DPR ini menambahkan, kualitas Ibas juga sudah terbukti dengan meraup paling banyak suara dalam pemilu legislatif periode 2004-2009 yang lalu. "Kalau sekonyong-konyong muncul itu baru negatif. Karbitan," tandasnya. (mdk/did)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP