Wajib mundur, ini aturan kepala daerah lain maju di Pilgub DKI
Merdeka.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, Sumarno menegaskan, apabila ada kepala daerah ingin maju menjadi pemimpin daerah lain, mereka diwajibkan untuk mengundurkan diri. Termasuk bagi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang disebut akan dicalonkan PDIP di Pilgub DKI.
"Di UU (Pilkada) kan memang diatur, kalau ada calon dari kepala daerah lain ingin maju ke gubernur DKI Jakarta. Misalnya dari Surabaya ke Jakarta, mereka harus mengundurkan diri. Bukan cuti," tegas Sumarno kepada awak media di gedung KPU DKI Jakarta, Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (3/8).
Dalam Undang-Undang (UU) Nomor 10 tahun 2016 Pasal 7 ayat 2 (p) yang menyatakan bahwa 'berhenti dari jabatannya bagi Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota yang mencalonkan diri di daerah lain sejak ditetapkan sebagai calon'.
"Kalau calon dari wilayah lain, misalnya Bu Risma atau Pak Ridwan Kamil. Dari daerah lain ingin maju ke Jakarta, begitu ditetapkan oleh kpu sebagai calon, maka harus mengundurkan diri, ada itu di undang-undang," paparnya.
Nama Risma menjadi calon kuat calon gubernur yang akan diusung PDIP dalam Pilgub DKI 2017. Partai Gerindra dan PKS yang sudah mengusung Sandiaga Uno rela calon mereka dijadikan cawagub jika PDIP menjadikan Risma calon gubernur.
Hingga kini PDIP belum mengumumkan calon dan sudah memastikan berkoalisi dengan PKB.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya