Utak-atik capres dan cawapres 2014 ala Ruhut
Merdeka.com - Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul tak khawatir partainya hanya mendapat 10 persen suara pada pemilu legislatif (pileg) 2014. Meski dengan perolehan suara sebesar itu, Demokrat bisa mencalonkan wakil presiden.
Ruhut pun memiliki utak-atik sendiri soal capres atau cawapres pada pilpres pasca-pileg ke depan. Menurut dia, koalisi partai tengah juga mampu menyaingi Prabowo Subianto atau Jokowi .
Dia pun mencoba menimang-nimang capres cawapres yang akan diusung oleh Demokrat, PKB dan PAN jika berkoalisi. Apalagi Demokrat punya 11 peserta konvensi yang bisa dijual baik capres atau cawapres.
Berikut ini hasil utak-atik capres-cawapres ala Ruhut Sitompul yang dirangkum merdeka.com:
Pramono Edi-Muhaimin
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comRuhut pun menimang-nimang bila ke depan Demokrat bisa berkoalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN). Menurut dia, berkoalisi dengan partai tengah Demokrat bisa menyodorkan capres."Kalau kami lebih tinggi, presiden kami. Wakilnya Muhaimin. Pasangan Pramono Edhie-Muhaimin, mau bos. Kalau Dahlan Iskan - Muhaimin enggak kuat. Ini tetap harus ada sipil-militer," kata Ruhut.
Demokrat capres, cawapresnya Hatta Rajasa
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comRuhut juga menyebut kemungkinan memasangkan capres dari Demokrat dengan Hatta Rajasa, Ketua Umum PAN. "Hatta juga mau, padahal Hatta 7 persen," ujar Ruhut.Namun demikian, Ruhut agak sulit memasangkan capres dari Demokrat dengan Hatta Rajasa. Sebab, lanjut dia, ketua umum PAN itu juga punya ambisi menjadi capres, bukan cawapres.
Jokowi-Pramono Edhie
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comRuhut Sitompul juga mengutak-atik kemungkinan Demokrat menyodorkan cawapres untuk capres dari PDI Perjuangan, Joko Widodo (Jokowi).
"Kami sekitar 10 persen, ada 3 pasang. Jokowi, ARB, dan Prabowo. Siapa tiga-tiga wapresnya? Belum tahu kan?" ujar Ruhut saat dihubungi, Kamis (10/4).Dia menilai, Jokowi yang capres PDIP akan kesulitan jika melawan mantan tentara seperti Prabowo Subianto. Ruhut mencoba menawarkan pasangan Jokowi-Pramono Edhie sebagai pasangan yang ia nilai mampu menyaingi mantan Danjen Kopassus itu."Kami punya 11 capres, seandainya harus kami mengambil wapres, kan tinggal memilih ketiga capres ini. Kalau Pak Jokowi ngambil wapres bukan tentara, dia kalah dengan Prabowo. Dia bisa ambil dari kami Pramono Edhie," kata dia
Prabowo-Dahlan Iskan atau Gita Wirjawan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comJika PDIP tak berminat untuk berkoalisi dengan Demokrat, Ruhut Sitompul melanjutkan, Demokrat tak masalah. Masih ada capres lain seperti Prabowo. "Kalau dia (Jokowi) tidak ambil, kita ke Prabowo masih punya kans untuk menang, wakilnya bisa Dahlan Iskan dan Gita Wirjawan ," tegasnya.Sementara untuk Aburizal Bakrie, Ruhut tidak terlalu antusias untuk berkoalisi dengan Golkar. Sebab, kata dia, ketokohan Ical juga harus dipertimbangkan."Kalau Ical, kita belum tahu. Dengan kemenangan Partai Golkar 14 persen, kharisma Ical harus dilihat. Prabowo lebih kuat, jarak mereka 11 persen ada 14, tinggal bagaimana Demokrat menentukan?"
(mdk/mtf)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya