Usai pileg, Golkar Jatim 'perang' saudara
Merdeka.com - Internal Partai Golkar di Jawa Timur berseteru. Mereka siap saling lapor atas tudingan masing-masing. Situasi memanas di tubuh partai berlambang pohon beringin ini, dipicu hasil suara Pemilu Legislatif (Pileg) 2014, tanggal 9 April lalu.
Tim pemenangan Caleg DPR RI dari Partai Golkar yang bertarung di Dapil I, Jawa Timur, yang meliputi Surabaya-Sidoarjo, Adies Kadir gerah dituding melakukan penggelembungan suara. Atas dugaan itu (penggelembungan suara), Caleg DPRD Jawa Timur, Dapil IV (Jember-Lumajang), Muhammad Ruslan, yang juga anggota Partai Golkar, melapor ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur.
Dan atas tudingan itu, tim pemenangan Adies Kadir, yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Golkar Surabaya, berniat membawa kasus tersebut ke ranah hukum dengan melaporkan Ruslan ke Polda Jawa Timur.
"Silakan saja (lapor ke Polda Jatim). Mereka salah alamat kalau melaporkan saya. Apa yang saya lakukan (melapor ke Bawaslu Jatim) karena rasa keadilan. Mestinya mereka melaporkan Bawaslu ke Polda dong. Wong Bawaslu yang merekomendasi penghitungan suara ulang," kata Ruslan di Surabaya, Selasa (6/5).
Ruslan juga menegaskan, kalau hasil suara yang diraih Adies Kadir sesuai, Bawaslu Jawa Timur tidak akan merekomendasi penghitungan suara ulang. "Lah kalau ada rekomendasi itu, tidak mungkin dong tidak ada apa-apa? Saya melapor sebagai warga negara dan mengatasnamakan keadilan," katanya.
Sedangkan terkait tudingan pihak Adies Kadir, yang menganggapnya (Ruslan) bukan anggota Partai Golkar, Ruslan menegaskan, kalau dirinya adalah salah satu Ketua MKGR (organisasi sayap Partai Golkar) Jawa Timur.
"Saya ini salah satu Ketua MKGR, juga Pembina di Gema MKGR, kok bisa dikatakan bukan anggota Golkar, kalau sebagai pengurus mungkin iya, saya bukan pengurus," katanya sembari menunjukkan kartu keanggotaannya.
Bahkan, dia menolak jika laporan yang dilayangkannya ke Bawaslu beberapa hari lalu itu tidak pada tempatnya. Sebab, Adies Kadir bertarung di Dapil I, Surabaya-Sidoarjo (DPR RI), sedangkan Ruslan di Dapil Jember-Lumajang untuk DPRD provinsi. "Apa yang saya lakukan ini atas dasar keadilan. Ini adalah suara rakyat," tegasnya.
Sementara itu, pihak Adies Kadir menduga, Ruslan adalah orang suruhan dari Caleg lain, yang berada di Dapil I Jawa Timur, bersama Adies Kadir. "Ruslan ini siapa? Caleg di Dapil I? Bukan. Saksi? Bukan. Pengurus partai juga bukan. Mestinya yang berhak melapor adalah Caleg yang merasa dirugikan, bukan Caleg dari Dapil lain," ujar Ketua Tim Pemenangan Adis Kadir, LS Darwanto.
Darwanto juga mengaku siap melaporkan Ruslan ke polisi atas tuduhan pencemaran nama baik. "Kalau tidak terbukti, kami akan tuntut balik. Kami berharap, pihak yang di belakang Ruslan harusnya berani tampil sendiri, dan bersikap ksatria. Dan lebih elegan lagi kalau persoalan ini dapat diselesaikan secara internal dan adu data, sehingga tidak mempermalukan citra partai," tandasnya.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya