Usai bertemu Risma, Sekjen PDIP akan umumkan cagub Jatim 15 Oktober
Merdeka.com - Politik di Jawa Timur jelang Pilgub 2018 dinilai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) cukup dinamis. Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto meminta masukan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini peta kekuatan kandidat cagub yang saat ini ada. PDIP akan mengumumkan cagub yang akan diusung pada pertengahan Oktober mendatang.
"Politik ini kan dinamis, maka saya ditugaskan bertemu dengan Bu Risma ini kaitannya di situ (Pilgub Jatim)," kata Hasto di sela pertemuannya dengan Risma di rumah dinas wali kota, Jalan Sedap Malam, Surabaya, Senin (9/19).
Hasto mengungkapkan, seluruh jajaran dan struktur PDIP, pada Sabtu tanggal 14 Oktober akan dikumpulkan untuk menerima penjelasan. "Dan mengumumkan pasangan calon secara langsung akan dilakukan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri pada hari Minggu, tanggal 15 Oktober tersebut," ujarnya.
Apakah pertemuan dengan Risma pagi ini sebagai sinyal dari PDIP? Hasto enggan terbuka. Berbagai spekulasi pun muncul. Bisa jadi PDIP akan merekomendasi pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Risma (Tri Rismaharini), Gus Ipul-Anas (Abdullah Azwar Anas), dan bisa jadi mengusung Risma-Anas di Pilgub Jawa Timur nanti.
Sinyal ke arah Risma makin kuat, ketika sejumlah awak media bertanya kepada Hasto terkait kemungkinan PDIP mengusung Gus Ipul. Rismapun menyahut, "Nang kantore kene kok takok e Gus Ipul terus (di kantor sini kok tanya Gus Ipul terus," sahut Risma yang duduk di sebelah kanan Hasto.
Hasto menimpali, "Ya (rekom) akan kita keluarkan tanggal itu (15 Oktober), yang pasti politik itu juga penuh kejutan. Kalau sekarang nama belum pasti, rekom turun saat, ya akan ditandatangani saat itu. Karena harinya kan bagus, Minggu Wage," timpal Hasto santai.
Apakah Risma juga punya peluang diusung? "Ya ini kan Pemilunya rakyat. Rakyat kan mengapresiasi terhadap kepemimpinan Bu Risma yang berhasil, maka Bu Risma menerima penghargaan di mana-mana, itu kan rakyat memberikan apresiasi. Ketika rakyat memberikan apresiasi, tentu saja setiap pemimpin itu punya peluang untuk terus diperjuangkan rakyat untuk menjadi pemimpin," papar Hasto.
"Dan hasil surveinya (Risma) juga tinggi," sahut Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Kusnadi yang duduk di depan samping kiri Hasto.
"Itu apresiasi dari masyarakat dan itu menunjukkan politik ini bergerak ke bawah, berpolitik itu dengan hasil karya yang membangun peradaban, berpolitik itu bukan bermain di tingkatan elite dengan main berbagai isu dan mencurigai rakyat sendiri, itu bukan berpolitik," kata Hasto mengamini ucapan Kusnadi.
Menurut Hasto, pemimpin tidak boleh mencurigai rakyatnya sendiri. "Ini dikatakan ekstrem kiri, dikatakan ekstrem kanan, itu mencurigai rakyat. Maka menjadi pemimpin itu menyatukan, menjadi pemimpin itu bergerak ke bawah, yang seperti contohnya Bu Risma ini, ya tentu saja kalau dikatakan peluang, ya peluangnya sangat besar," tegas Hasto.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya