Tutup jabatan, Whisnu pesan ke Pemuda Surabaya tak lupakan sejarah
Merdeka.com - Di hari terakhir sebagai wakil wali kota, Whisnu Sakti Buana berkesempatan menjadi pembicara di acara "Balapan Sangar" yang digelar Paguyuban Cak dan Ning Surabaya, Jawa Timur di Balai Pemuda, Minggu (27/9). Di acara itu, politisi yang akan mengakhiri masa baktinya pada 28 September itu, mengajak Arek-Arek Suroboyo untuk lebih mengenal sejarah bangsanya.
"Surabaya memiliki tuah yang luar biasa di masa penjajahan. Banyak tokoh-tokoh nasional lahir di Surabaya. Bung Karno (Soekarno) yang merupakan bapak proklamasi, lahir di Surabaya," terang Whisnu di hadapan puluhan pemuda-pemudi Komunitas Cak dan Ning Surabaya.
Kembali Whisnu memaparkan, sejarah pertempuran perang kemerdekaan paling dahsyat ada di Surabaya. "Itu kenapa Surabaya menjadi Kota Pahlawan. Arek-Arek Suroboyo, yang terkenal dengan Boneknya (bondo nekat) dengan alat seadanya, seperti bambu runcing, mampu mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia saat itu," lanjutnya.
Dan sangking dahsyatnya pertempuran di Surabaya yang dipimpin Bung Tomo, masih cerita Whisnu, Jenderal Mallaby tewas. "Sejarah tidak bisa dilupakan. Sebagai generasi muda kita harus paham sejarah bangsa kita sendiri. Ini pesan dari saya pada generasi muda. Hari ini adalah terakhir saya menjabat sebagai wakil wali kota mendampingi Ibu Risma (Tri Rismaharini)."
"Jadi, saya berpesan pada anak-anak muda di Surabaya ini, untuk tetap menjaga tradisi dan merawat sejarah dengan baik," tandasnya.
Sementara Ketua Panitia Acara Tsakib Abdurrahman mengaku, di acara "Balapan Sangar" yang digelar pihaknya ini, bertujuan untuk mengkader anak-anak muda di Kota Pahlawan. "Untuk menjadi generasi tangguh, kita sebagai pemuda harus bisa melihat sejarah masa lalu. Karena sejarah, kita ada, menjadi bangsa yang berdaya, bangsa yang merdeka. Sejarah memang tidak bisa dilupakan, khususnya sejarah pertempuran di Surabaya," kata Tsakib.
Terlebih lagi, lanjut sakib, Paguyuban Cak dan Ning Surabaya, bukan sekadar komunitas fashion belaka. Dan hanya bisa tampil saat ajang Cak dan Ning Surabaya digelar tiap tahunnya. "Komunitas ini, juga mencetak generasi-generasi yang berdaya di segala bidang. Sehingga nantinya, mereka siap saat menghadapi tantangan di era global," pungkasnya.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya