Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tugas demokrasi membuat beradab pengusaha biadab

Tugas demokrasi membuat beradab pengusaha biadab Ilustrasi Pemilu. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), Boni Hargens menilai dalam menjalankan politik di Indonesia tak lepas dari pengusaha sebagai penyokong dana. Menurutnya, tanpa disadari keberlangsungan politik tanpa uang dirasa tidak mungkin berjalan.

"Uang jadi unsur utama dari proses politik," kata Boni dalam diskusi 'Pengusaha Hitam dan Beban Demokrasi' di Hotel Alia Cikini, Jakarta, Selasa (15/4).

Boni menuturkan, kelompok pengusaha kerap mendapatkan tempat di dalam dunia politik di Indonesia.

"Pada masa orde baru kaum oligarki diperlakukan sebagai 'buffer group' untuk menyangga 'negara Soeharto'," ujarnya.

Boni juga mengatakan, saat ini masyarakat tidak bisa menghindar dari fakta bahwa demokrasi modern dikuasai oleh mereka yang memiliki kekuatan kapital uang. Menurutnya, tugas penguatan demokrasi bukan meniadakan orang kaya dari politik tetapi memberadabkan orang kaya yang biadab.

"Kepemimpinan kuat dan masyarakat sipil yang kuat adalah keharusan dalam rangka terwujudnya negara kuat," tutupnya.

Laporan: Gaby Virginia

(mdk/ian)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP