Tolak Reorganisasi, Ratusan Peneliti LIPI Mengadu ke DPR
Merdeka.com - Kepala Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris bersama ratusan peneliti LIPI lainnya menyambangi Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/1). Mereka datang untuk melaporkan masalah reorganisasi dan redistribusi yang dilakukan oleh Kepala LIPI Laksana Tri Handoko ke Komisi VII DPR.
"Bahwa ada masalah di dalam kebijakan reorganisasi dan redistribusi di LIPI yang dilakukan oleh kepala LIPI," kata Syamsuddin di lokasi, Rabu (30/1).
Syamsuddin menjelaskan, masalah-masalah itu di antaranya adalah pembabatan sejumlah satuan kerja, pemecahan eselon II, penghapusan sejumlah eselon III. Serta rencana dirumahkannya 1.500 staf pendukung.
"Nah ini tentu sangat mengecewakan, kenapa sebab kita bukan menolak reorganisasi tapi mestinya dilakukan secara gradual tidak sekaligus," ungkapnya.
Menurutnya, banyak pegawai LIPI yang perlu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Karena itu dia meminta pimpinan LIPI menghentikan kebijakan reorganisasi tersebut.
"Dan oleh sebab itu kami meminta pada pimpinan LIPI untuk menghentikan kebijakan reorganisasi ini sebab bagaimanapun mestinya setiap kebijakan itu dibuat secara inklusif partisipatif dan juga sisi kemanusiaannya," ungkapnya.
Hal itu langsung ditanggapi Wakil Ketua Komisi VII Fadel Muhammad. Menurut dia, akan memanggil beberapa pihak untuk menyelesaikan persoalan ini. Mulai dari Kepala LIPI hingga memanggil Menristek Dikti.
"Kami Komisi VII tadi berempat berpendapat mengambil tiga langkah. Yang pertama memanggil saudara ketua LIPI Handoko secepatnya. Tinggal diatur jadwalnya. Yang kedua juga memanggil saudara Menteri Ristek Dikti yang dalam koordinasi kerjanya beliau itu di bawah Menristek Dikti, untuk menyampaikan hal ini," ujar Fadel.
"Yang ketiga kami Komisi VII akan meminta kepada saudara masyarakat lain atau saudara sekalian tadi untuk menyampaikan data-data yang berhubungan dengan permasalahan yang dihadapi LIPI saat ini," sambungnya.
Fadel menilai, ini permasalahan yang serius. Karena itu, lanjutnya, masalah ini akan menjadi konsen tersendiri untuk Komisi VII.
"Artinya there's something wrong ada suatu yang salah di dalam kepemimpinan LIPI ini. dan banyak hal lain yang kami sudah dengar tadi," ucapnya.
Diketahui, setelah bertemu Komisi VII para peneliti LIPI juga menemui Ketua DPR Bambang Soesatyo. Hal itu guna menyampaikan permasalahan yang terjadi di lembaga penelitian tersebut.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya