Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tokoh-tokoh ini menjadi tempat curhat Anas

Tokoh-tokoh ini menjadi tempat curhat Anas Anas Urbaningrum . ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Menyatakan berhenti sebagai ketua umum Partai Demokrat karena menjadi tersangka kasus Hambalang, Anas Urbaningrum kini menghabiskan hari-harinya di kediamannya. Sejumlah tokoh berdatangan memberikan simpati dan berdiskusi dengan Anas.

Salah satu tokoh yang pertama datang adalah Akbar Tandjung. Mantan Ketua DPR dan mantan Ketua Umum Partai Golkar, yang merupakan senior Anas di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Dia datang, Jumat (22/2) malam setelah KPK menyatakan Anas sebagai tersangka kasus Hambalang.

"Dalam kehidupan, Anda dibunuh sekali mati. Tapi, dalam politik dibunuh beberapa kali pun akan bisa bangkit kembali. Saya pun pernah mengalami itu dan kembali sekarang saya bisa menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar," ujar Akbar di kediaman Anas di Jl Teluk Langsa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (23/2).

Akbar mengatakan sekitar enam tahun lalu orang menganggap dirinya sudah habis. "Bahkan ada rekan saya mengatakan bahwa saya akan bunuh anda secara politik atau mati secara politik. Dan memang saat itu saya mati secara politik karena Golkar di Bali. Tapi Alhamdulillah saya muncul menjadi dewan pertimbangan jadi artinya dalam politik saya muncul lagi, jadi hal yang sama bisa saja terjadi terhadap saudara Anas," kata Akbar.

Senior Anas lainnya di HMI yang datang berkunjung adalah Mahfud MD yang kini menjadi Ketua Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI). "KPK tidak boleh bekerja atas tekanan politik, kita akan kawal KPK," kata Mahfud, Sabtu (23/2).

Mahfud menyatakan percaya dengan kinerja KPK, namun dia merasa ada muatan politis yang mendorong penetapan Anas sebagai tersangka. "Peristiwa politik yang mendahului harus ditafsirkan begitu. Ada yang mendorong Anas sebagai tersangka, ada yang tidak. Harusnya hukum tidak seperti itu, itu yang harus dihindari," imbuhnya.

"Mas Anas sabar, dia juga pasti tangguh, karena kader HMI tangguh," kata Mahfud.

Saat berkunjung ke rumah Anas, Mahfud MD datang berbarengan dengan Hary Tanoesoedibjo. Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura itu mengaku tidak ada motif politis. Hary hanya menyampaikan keprihatinannya terhadap apa yang dialami Anas.

"Semua prihatin pada Pak Anas. Saya sebagai masyarakat mengimbau agar semua proses hukum harus normatif dan apa adanya," ujar Ketua Umum Ormas Persatuan Indonesia itu.

Sehari berselang, Minggu (24/2), dua tokoh lagi datang ke rumah Anas. Wakil Ketua DPR yang juga politikus Partai Golkar Priyo Budi Santoso dan mantan Ketua BPK Anwar Nasution.

Priyo yang kemudian mengungkapkan pertemuannya dengan Anas menjelaskan bahwa dirinya telah lama berteman dengan Anas. Selain itu, istri Priyo dan Anas juga bersahabat.

"Ini adalah kunjungan saya secara personal karena Mas Anas sudah bersahabat sejak lama, sejak dia di Unair, saya dua tahun di atasnya di UGM. Sekarang karena Mas Anas sedang dapat ujian yang cukup serius makanya sebagai sahabat saya putuskan untuk bertemu," jelas Priyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/2).

Priyo mengaku kaget tatkala dirinya berkunjung di rumah Anas karena menemui banyak aktivis-aktivis di rumah mantan anggota KPU tersebut.

"Ketika saya ngobrol berdua dengan dia, saya beritahu Mas Anas, bahwa Anda tidak sendirian, sahabat seperti saya masih berteman sehingga saya doakan semoga berjalan baik," cerita Priyo.

"Saya katakan Mas Anas tegar banyak senyum, dia teruji dari segi kepemimpinan, kebetulan saya dan dia aktivis satu generasi, sudah pada tempatnya sebagai teman dekat menyambanginya," ujarnya.

Priyo membantah kedatangannya dalam rangka membicarakan kasus Bank Century. "Di sana tiba-tiba ada teman-teman yang lain. Enggak (bahas Century) sama sekali. Saya datang sebagai kawan," kata Priyo.

Sementara Anwar Nasution mengaku datang atas inisiatifnya sendiri. "Saya nggak ada undangan sama sekali, saya yang minta ketemu."

Usai mengobrol dengan Anas, Anwar pun memilih pulang. Menurutnya, kondisi Anas cukup tenang. Tidak tampak ada tekanan yang dirasakan. "Saya pikir dia (Anas) sudah cukup terlatih dengan soal seperti ini," tukas mantan deputi gubernur senior Bank Indonesia itu.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP