Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tjahjo Kumolo tak terima permintaan maaf Arief Poyuono begitu saja

Tjahjo Kumolo tak terima permintaan maaf Arief Poyuono begitu saja Mendagri Tjahjo Kumolo buka Rakortek Pembangunan di Makassar. ©2017 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo ikut prihatin dengan kondisi politik Tanah Air akhir-akhir ini. Saling serang tuding dan fitnah terjadi antar politisi kepada parpol yang beda pandangan politik.

Belum usai soal statement Waketum Gerindra Arief Poyuono menyamakan PDIP dengan PKI. Kini giliran Ketua DPP NasDem Viktor Laiskodat yang menuding Gerindra, Demokrat, PKS dan PAN partai intoleran.

Mendagri mengajak semua pihak menjaga kondisi politik. Dia berharap, persaingan antar parpol lebih dewasa lagi.

"Sebagai pemerintah saya berharap mari adu konsep membangun negara dengan baik dengan sistem presidensial. Jangan menebar kebencian, menebar fitnah dan tuduhan," kata Tjahjo usai memberikan pembekalan di Rapimnas Hanura di Bali, Jumat (4/8).

Secara khusus, politisi PDIP ini menyentil keras ucapan Arief. Menurut dia, hal itu tak bisa begitu saja dimaafkan.

"Menyamakan partai dengan PKI, jelas PKI itu organisasi terlarang. Kok dikaitkan, enak aja langsung minta maaf. Opini sudah terlanjur bergulir. Hal ini harus disikapi," kata dia.

Tjahjo mengeluhkan banyak upaya pihak tertentu yang menyerang lawan politik dengan fitnah dan tuduhan tidak berdasar. Termasuk kepada Presiden Joko Widodo.

"Pak Jokowi inikan beliau pendiam, difitnah apa saja. Ada yang dimaafkan, ada yang diproses hukum. Karena beliau memang hobinya kerja," tegas mantan Sekjen PDIP ini.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP