Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tingkatkan elektabilitas, PAN gencar sosialisasikan Zulkifli Hasan

Tingkatkan elektabilitas, PAN gencar sosialisasikan Zulkifli Hasan Ketum PAN Zulkifli Hasan. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Partai Amanat Nasional (PAN) mendapatkan persentase suara yang rendah di survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI). PAN diprediksi tidak bisa lolos ambang batas parlemen (parliamentary threshold) yang dipatok sebesar 4 persen.

Menanggapi itu, Sekretaris Jendral PAN Eddy Soeparno mengatakan partainya sudah menyiapkan strategi untuk meningkatkan elektabilitas. Salah satu strateginya, PAN akan lebih masif mensosialisasikan Ketua Umumnya, yakni Zulkifli Hasan.

"Strategi terkait Ketum, bagaimanapun juga parpol terkerek dengan elektabilitas ketumnya. Jadi kita juga akan lakukan sosialisasi yang masif terhadap Pak Zul (Zulkifli Hasan)," kata Eddy saat dihubungi, Kamis (25/1).

PAN juga akan meminta para calon Legislatifnya (Caleg) untuk aktif bersosialisasi di daerah pilihannya (dapil) masing-masing. Caleg, kata Eddy, wajib membangun jaringan selama melakukan sosialisasi.

"Seluruh caleg kita makin aktif turun di dapil masing-masing baik itu anggota legislatif yang sudah aktif maupun caleg, itu wajib mereka turun masing-masing membangun jaringan," ujarnya.

Menurut Eddy, pengusungan calon Presiden juga sangat berpengaruh pada elektabilitas PAN. Terkait hal itu, para kader sudah sepakat memberikan mandat pada Zulkifli Hasan untuk menentukan arah dukungan di Pilpres 2019.

"Tetapi secara aklamasi pak Zul itu diberikan mandat untuk menetapkan arah dukungan kita untuk capres dan cawapres tahun 2019," tandasnya.

Untuk diketahui, dalam survei LSI ada lima partai yang diprediksi tidak bisa mempertahankan diri di parlemen karena mendapatkan persentasi suara survei yang rendah. Lima partai itu adalah PAN, PKS, NasDem, PPP dan Hanura.

"Lima partai lama yang belum aman PPP, NasDem, PKS, PAN, Hanura. Masih ngeri-ngeri sedap untuk bisa lolos parliamentary threshold," kata Peneliti LSI Rully Akbar di Graha Rajawali Gedung LSI, Rawamangun, Jakarta, Rabu (24/1).

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP